Surya/

Berita Surabaya

Pembahasan Raperda Mihol di Surabaya Terkendala Urusan Teknis Seperti Ini

#SURABAYA - Apabila Raperda ini tidak disahkan, Surabaya terancam tidak memiliki Perda Pengawasan Minuman Beralkohol.

Pembahasan Raperda Mihol di Surabaya Terkendala Urusan Teknis Seperti Ini
dya ayu wulansari
Baktiono, anggota Tim Pansus DPRD Surabaya untuk Raperda Mihol. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua Panitias Khusus DPRD Surabaya untuk pembahasan Raperda Mihol, Edi Rachmad, menunggu risalah agar segera dikembalikan oleh Pemkot.

"Hingga saat ini kami dari Dewan belum menerima draft itu,” katanya, Selasa (26/4/2016).

Edi Rachmad mengatakan bahwa pengiriman draft tersebut sebelumnya terkendala tidak adanya surat pengantar dari pimpinan DPRD.

Namun, setelah surat pengantar tersebut dikirim, Senin (25/4/2016), Edi menegaskan, draft finalisasi akan disampaikan ke Bagian Hukum Pemkot dan draf tersebut akan dikembalikan ke Dewan dua hari setelah itu.

“Kata Bagian Hukum dua hari lagi akan dikirim, yang jelas kami akan tunggu," ujarnya.

Edi menegaskan, setelah ada perpanjangan masa kerja Pansus Raperda Mihol, sudah tidak ada lagi pembahasan lanjutan.

Sementara, anggota Pansus lainya, Baktiono, mengungkapkan hingga saat ini belum mengetahui apakah pemerintah kota setuju atau tidak dengan draft Raperda Mihol yang telah dihasilkan Pansus.

Menurut Baktiono, pansus telah mengubah judul draft dari Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol menjadi Larangan Peredaran secara Total.

“Judul itu tidak sesuai dengan Perpres Nomor 74 Tahun 2013 dan Permendag Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol,” jelasnya.

Baktiono mengungkapkan bahwa sebenarnya hasil tersebut tidak selaras dengan hasil konsultasi dan kunjungan ke beberapa instansi pemerintah pusat.

Halaman
12
Penulis: Dya Ayu
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help