Advertorial

Dewan Desak Pemkot Surabaya segera Bangun Instalasi Pengolahan Limbah Medis

"Surabaya punya banyak lokasi yang ideal. Harus segera dibangun instalasi ini."

Dewan Desak Pemkot Surabaya segera Bangun Instalasi Pengolahan Limbah Medis
sumber: pdiperjuangan-jatim.com
Agustin Poliana. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Agustin Poliana menyayangkan situasi yang ada di Surabaya mengenai limbah medis ini.

Dia juga kaget dengan ratusan RS dan Puskesmas di kota ini yang tak didukung dengan instalasi pengolah limbah medis.

"Semua RS menyerahkan ke pihak ketiga (swasta). Kota seperti Surabaya tak memiliki instalasi pengolah limbah. Ini harus segera dicarikan solusi," pinta Agustin, Selasa (26/4/2016).

Dikatakan, tentu untuk pengolahan limbah yang melibatkan pihak ketiga itu membutuhkan biaya yang tak sedikit.

Jika itu RS atau Puskesmas milik Pemkot Surabaya tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit yang diambilkan dari APBD.

Ratih dan Agustin sama-sama sepakat bahwa RS merupakan institusi pelayanan kesehatan.

Meski Pemkot Surabaya tidak bisa membangun sendiri instalasi pemusnah limbah medis, sebenarnya bisa menggandeng pihak ketiga untuk membangun pengolahan limbah medis itu.

"Bukan menyerahkan sepenuhnya kepada swasta seperti selama ini. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinkes (Dinas Kesehatan) maupun DKP. Harus segera dipercepat pembuatan instalasi pengolahan limbah medis. Termasuk lokasi harus segera ditentukan. Surabaya punya banyak lokasi yang ideal. Harus segera dibangun instalasi ini," desak Ratih.

Dikatakan, hal ini merupakan bagian dari upaya untuk mejaga kesehatan lingkungan di Surabaya.

Juga untuk melindungi masyarakat akan bahaya pencemaran lingkungan yang bersumber dari sampah maupun limbah medis, seperti jarum suntik bekas penyakit, kaus tangan, infus, obat-obatan, dan sampah medis lainnya.

Situasi makin membahayakan karena lokasi RS di Surabaya rata-rata berada di lingkungan pemukiman. Sehingga, saluran umum dan drainase sangat rentan akan menjadi lumbung limbah medis ini.

Untuk itu, setiap RS dalam regulasinya, wajib memiliki sarana pembuangan dan pengelolaan limbah medis. (fai/adv)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help