Advertorial

Pemkot Surabaya Jangan Menolak Anggaran Revitalisasi Pasar Keputran dari Pusat, Alasannya ini

Salah satunya adalah melakukan revitalisasi Pasar Keputran. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak boleh lalai lagi sehingga pasar ini berubah jadi..

Pemkot Surabaya Jangan Menolak Anggaran Revitalisasi Pasar Keputran dari Pusat, Alasannya ini
SURYA.co.id/Erwin Cahjuadi
Ketua DPRD Kota Surabaya Ir H Armuji saat berbincang dengan salah satu pedagang Pasar Keputran. 

SURYA.co.id I SURABAYA - Tak hanya mengembalikan fungsi dan tata kelola Pasar Keputran sesuai peruntukanya, dengan memberi batas waktu bagi penyewa stan yang menjadikan bedak menjadi tempat inggal untuk pindah ke rumah susun sewa (rusunawa). Namun harus dicarikan solusi terbaik.

"Salah satunya adalah melakukan revitalisasi Pasar Keputran. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak boleh lalai lagi sehingga pasar ini malah berubah menjadi tempat tinggal.

Selain itu, Pemkot juga tidak boleh bersikap sombong dengan menolak anggaran revitalisasi pasar dari pemerintah pusat," kata Anggota Komisi B DPRD Surabaya Erwin Cahjuadi, di sela-sela sidak di Pasar Keputran Surabaya, Rabu (20/4/2016).

a

Erwin menyayangkan keberadaan pasar di kawasan tengah kota itu tak bergairah. Dia juga menyayangkan Pemkot Surabaya yang malah menolak anggaran miliaran rupiah dari Kementerian Perdagangan untuk revitalisasi pasar tradisional., dengan dalih merasa cukup kemampuan, termasuk dalam hal anggaran.

Namun apa yang terjadi, situasinya seperti di Pasar Keputran. "Silakan, kalau ada anggaran dari pusat, dimanfaatkan saja untuk revitalisasi pasar. Apalagi semu itu untuk kepentingan masyarakat. Kepentingan yang lebih besar," kata Erwin.

Saat ini, total stan dua lantai Pasar Keputran sebanyak 1.197 stan. Ada 250 yang tak aktif dan beralih fungsi. Kasmiyah, petugas di Unit Pengelola Pasar Keputran, menuturkan bahwa di antara mereka sudah banyak yang ditertibkan.
Misyar, seorang pedagang, mengakui bahwa tidak semua pedagang laris dagangannya.

Namun anehnya, malah menjadikan stan pasar menjadi bilik tempat tinggal. "Tetapi itu bukan urusan saya. Yang penting, saya rutin berjualan dan membayar sewa," katanya.

Erwin Cahjuadi mendesak agar revitalisasi Pasar Keputran harus disegerakan. Di tengah tahun anggaran berjalan masih bisa diusahakan saat PAK (Perubahan Anggaran Keuangan). Namun, sangat disayangkan, jika ada anggaran dari pemerintah pusat malah tidak dimanfaatkan.

Erwin yakin Pasar Keputran bisa ditata menjadi lebih baik. Wakil dari PDIP ini mencontohkan Pasar Agung di Bali yang kini bersih, nyaman, dan ramai pedagang dan pembeli. Yang penting, kata Erwin, ada tokoh sebagai leader di pasar ini untuk diajak berkomuikasi.

Selama ini, putusnya komunikasi Pemkot Surabaya, UPTD Pasar, dan pengelola dengan para pedagang menjadi salah satu faktor kondisi Pasar Keputran demikian.

"Kalau pasar jadi tempat tinggal begini, pasar sebagai aktivitas jual beli akan mati. PD Pasar harus mendata kembali pedagang yang berhak menempati stand," tambah Ketua DPRD Surabaya Ir H Armuji. (fai/adv)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved