Advertorial

Armuji Kaget ada 250 Stan Melompong dan Jadi Tempat Tinggal di Pasar Keputran

#Surabaya - Ketua DPRD Kota Surabaya Ir H Armuji tergugah untuk melihat langsung kondisi Pasar Keputran saat ini...

Armuji Kaget ada 250 Stan Melompong dan Jadi Tempat Tinggal di Pasar Keputran
SURYA.co.id/Ahmad Zaimul Haq
Ketua DPRD Kota Surabaya Ir H Armuji saat berbincang dengan salah satu pedagang Pasar Keputran. 

SURYA.co.id I SURABAYA - Ketua DPRD Kota Surabaya Ir H Armuji tergugah untuk melihat langsung kondisi Pasar Keputran. Armuji dan Anggota Komisi B melakukan sidak (inspeksi mendadak) pasar yang ada di tengah kota tersebut, Rabu (20/4).

Tokoh PDIP Surabaya ini pun kaget melihat ratusan stan kosong melompong. Deretan stan pasar itu kini bahkan berubah menjadi bilik-bilik kamar. Bukan untuk aktivitas jual beli. Namun stan-stan itu banyak yang beralih fungsi menjadi tempat tinggal.

Dengan tarif sewa yang sangat murah sekitar Rp 26.000 per bulan. Para penyewa stan itu tak menggunakannya untuk aktivitas jual beli, tapi untuk tempat tinggal sekeluarga.

"Makanya, ini semua harus ditata kembali. Dikelola dengan baik dengan mengajak komunikasi para penyewa stan. Kalau tidak berjualan, mereka sebaiknya diberi kesempatan tinggal di rusunawa (rumah susun sewa). Bukan tinggal di stan pasar begini," kata Armuji saat sidak pasar, ditemani Anggota Komisi B Erwin Cahjuadi.

Meski berada di tengah kota, namun pasar tradisional ini kurang bergeliat. Tidak ada penataan yang baik untuk para pedagang. Semua campur aduk. Dagangan sayur, makanan, dan baju tak ditata sesuai jenis dagangan.

a

Suasana Pasar Keputran di Lantai Dua yang menjadi tempat tinggal

Tidak hanya itu, kondisi pasar yang kotor, kumuh, dan semrawut membuat Armuji dan Erwin yang sama-sama dari PDIP itu tak percaya. "Sampai Ketua Dewan (DPRD) rela sepatunya belepotan lumpur saat menuju kantor pengelola unit pasar," ucap Erwin.

Selain melihat kondisi pasar, dua wakil rakyat Kota Surabaya itu juga ingin mendengar sendiri cara pengelolaan salah satu pasar paling tua di Surabaya itu. Mulai dari layanan sampai cara dan sistem sewa stan.

Dalam sidak kemarin, Armuji juga mengajak ngobrol dengan sejumlah pedagang. Suasana sumuk dan pengap tak menghalangi Armuji menyerap aspirasi para pedagang. Dia mengorek data dan fakta terkait sistem retribusi pasar dari para penyewa.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved