Berita Properti

Realisasi Progam Sejuta Rumah di Jawa Timur Tak Sampai 100 Persen Gara-gara Alasan ini

#Surabaya Program sejuta rumah untuk mengurangi backlog atau kekurangan rumah di Jawa Timur tak bisa dilaksanakan penuh.

Realisasi Progam Sejuta Rumah di Jawa Timur Tak Sampai 100 Persen Gara-gara Alasan ini
SURYA.co.id/Sugiharto
Sejumlah pekerja menyelesaikan perumahan di kawasan Citra Harmoni Sidoarjo beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id I SURABAYA – Program sejuta rumah untuk mengurangi backlog atau kekurangan rumah di Jawa Timur tak bisa dilaksanakan penuh.

"Dari target tersebut, yang terealisasi paling hanya sekitar 50 persennya saja. Tapi data resminya masih kami kumpulkan dari berbagai asosiasi," ujar Kepala Bidang Perumahan Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Pemprov Jatim Sutji Prajitno pada SURYA.co.id, Selasa (20/4/2016).

Dengan didampingi Sekretaris Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Baju Trihaksoro, ia mengatakan, program sejuta rumah dimulai pada tahun 2015.

Dari sejuta rumah yang diproyeksikan dibangun di seluruh provinsi di Indonesia tersebut, Jatim dibebani target 54.548 unit.

Rinciannya, 33.595 unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan penghasilan dibawah Rp 4 juta, dan 20.792 unit rumah untuk non MBR dengan penghasilan di atas Rp 4 juta.

Dari separuh yang terealisasi, mayoritas adalah rumah non MBR. Ini menyusul banyak dibangunnya apartemen dan perumahan baru oleh para pengembang disejumlah wilayah, khususnya Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Malang, dan sejumlah kota lainnya.

"Untuk pembangunan rumah untuk MBR masih lesu dan tersendat," jelasnya.

Penyebabnya, kata Sutji terutama karena sulitnya mendapat lahan dan mahalnya harga lahan untuk rumah hunian. Terutama lahan untuk rumah katagori MBR.

"Harga rumah MBR kan jauh lebih murah dan sudah ditentukan pemerintah. Yakni, Rp 115 juta untuk tipe 36 dengan luas tanah 60 meter persegi," terangnya.

Ini berbeda dengan rumah non MBR yang dibangun swasta, masyarakat dan asosiasi yang bisa dijual sesuai harga di pasaran sehingga pengembang mendapat margin keuntungan yang lebih besar dibandingkan kalau membangun rumah MBR.

Untuk itu, meski pemerintah memberi kemudahan para pengembang rumah MBR dengan memberi sejumlah fasilitas, seperti pembebasan IMB, sertifikat, hingga prasarana, sarana dan utilitas (PSU) umum berupa jalan lingkungan, saluran, PJU, dan air bersih.

Sutji memperkirakan realisasi pembangunan 54.548 unit rumah MBR dan non MBR, untuk mewujudkan program sejuta rumah di Jatim, akan turun menjadi sekitar 40 persen saja.

"Penyebabnya tetap sama, yakni semakin mahalnya harga lahan," pungkasnya.

Penulis: Mujib Anwar
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help