Citizen Reporter

Megahnya Wisata Bendung Raksasa Asia Tenggara

menyegarkan kembali diri dengan wisata eksotik murah meriah ternyata bisa dilakukan dengan mengunjungi bendung raksasa di Tulungagung ini...

Megahnya Wisata Bendung Raksasa Asia Tenggara
lilik chotimatus saadah/citizen
Bendungan Wonorejo Tulungagung 

Reportase : Lilik Chotimatus Sa’adah
Mahasiswa Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang
fb.com/lilik csa

KUNJUNGAN sangat berkesan bisa didapatkan di Kabupaten Tulung Agung. Daerah yang dijuluki kota marmer tersebut ternyata menyimpan berbagai tempat penuh keelokan.

Sebut salah satunya, bendung Wonorejo. Berada di Desa Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo, bendung ini tercatat sebagai bendung terbesar di Asia Tenggara.

Letak bendungan ini sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Tulungagung. Melewati jalanan berkelok-kelok, Anda tak perlu resah karena sepanjang perjalanan akan dinaungi pepohonan karet rindang dan tiupan sejuk udara pegunungan. Begitu sampai, hamparan bendungan berhiaskan bukit-bukit terlihat menawan.

Cukup dengan membayar tiket masuk Rp 6.000, pengunjung bisa mengelilingi seantero bendungan Wonorejo. Pemandangan tampak lebih eksotik jika dinikmati dari jalan sisi atas bendung. Desiran air menenangkan dan tiupan angin merupakan sihir alam bagi siapa saja yang datang.

“Bendungan Wonorejo berfungsi sebagai pembangkit tenaga listrik, pengairan, dan perikanan. Pengunjungyang datang semakin hari semakin meningkat dan datang dari berbagai daerah, maka bendungan Wonorejo dijadikan sebagi objek wisata,” ucap Mudzaki, mahasiswa asli Tulungagung.

Selain itu, bendungan Wonorejo juga cocok untuk melepas penat setelah sepekan penuh beraktivitas. Tak pelak, rutinitas mountain bike dan downhill dari komunitas bikers Tulungagung sering dilakukan di bendung ini setiap akhir minggu.

Bendungan Wonorejo sungguh menakjubkan. Tak jarang pengunjung berselfie dengan latar belakang hamparan bendung atau bukit cokelat bertuliskan Bendungan Wonorejo. Bahkan ketika dilihat lebih cermat, bukit tersebut nampak seperti Hollywood Hills di Los Angeles, California, Amerika Serikat.

Selain menikmati keindahan alam, hal yang tak boleh dilewatkan yaitu menikmati kuliner ala warung sekitar bendungan. Mayoritas makanan yang dijajakan adalah ikan nila dan mujair bakar dan goreng. Kelezatan serta olahannya sangat khas dan nagih di lidah.

Harus diakui, bendungan Wonorejo berhak mendapat peringkat cumlaude. Pemandangan yang ditawarkan memesona. Kepuasan batin yang didapat luar biasa merasuk jiwa.

Penasaran? Sebaiknya kunjungi bendung Wonorejo di pagi hari, agar Anda tak perlu merasakan terik matahari. Awan-awan cantik bergelantungan rendah di atas bendungan juga akan ditemui sebelum matahari menyeruak langit, seperti kunjungan saya di awal April 2016 lalu.

 

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help