Berita Gresik

Bangunan Liar Marak di Gresik, ini Kata Dewan dan Polisi

Seperti bangunan warung di Desa Ambeng-ambeng Watangrejo, Kecamatan Duduksampean, yang digunakan berjualan kopi.

Bangunan Liar Marak di Gresik, ini Kata Dewan dan Polisi
surya/sugiyono
BANGUNAN LIAR - Salah satu bangunan liar di atas saluran air di tepi Jl Raya Ambeng-ambeng Watangrejo, Kecamatan Duduksampean. 

SURYA.co.id | GRESIK - Bangunan liar di beberapa tepi jalan raya mulai meresahkan pengguna jalan. Dampaknya bisa kemacetan, kecelakaan dan jalan raya menjadi menyempit.

Hal ini membutuhkan perhatian dari semua pihak. Baik kepolisian dan ketegasan Pemkab Gresik.

Seperti di sepanjang Jl Raya Duduksampean, mulai dari sebelah barat Terminal Bunder sampai perempatan Duduksampran, banyak bangunan liar yang dibangun di atas saluran air.

Sehingga, dalam jangka panjang akan menimbulkan mampernya saluran air. Selain itu, bangunan liar tersebut juga tidak membuat lahan parkir, sehingga bisa memicu kemacetan dan kecelakaan lalu lintas sebab kondisi jalan yang menyempit.

Bangunan-bangunan tersebut ada yang permanen, semi permanen dan hanya asal-asalan dibangun di atas saluran air.

Seperti bangunan warung di Desa Ambeng-ambeng Watangrejo, Kecamatan Duduksampean, yang digunakan berjualan kopi, tambal ban, es campur dan bakso.

Di warung tersebut juga tidak menyediakan lahan parkir. Dikawatirkan, pengguna jalan nasional tersebut bisa terganggu sebab jalan yang menyempit.

Begitu juga di Jl Harun Tohir, Desa Pulopancikan, Kecamatan Gresik, juga dipenuhi bangunan liar.

Bangunan tersebut menutupi saluran air dan trotoar. Bangunan tersebut digunakan menjual pulsa, buah-buahan dan menjual makanan.

Sekali ada motor dan atau kendaraan yang parkir bus menimbulkan kemacetan sebab Jl Harun Tohir, Gresik digunakan kendaraan besar yang keluar masuk ke Pelabuhan Gresik.

Halaman
12
Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help