Berita Surabaya

KBS Cari Pengganti Harimau Sumatera Bernama Rama Lewat Strategi ini, Berhasilkah?

#Surabaya - KBS akan menambah jumlah Harimau Sumatera setelah kematian Rama, Harimau Sumatera salah satu koleksi mereka.

KBS Cari Pengganti Harimau Sumatera Bernama Rama Lewat Strategi ini, Berhasilkah?
surya/magdalena fransilia
Plt Direktur Utama PDTS KBS, Aschta Boestani Tajudin 

SURYA.co.id I SURABAYA – Kematian harimau Sumatera bernama Rama, salah satu koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS), akan digantikan dengan harimau sumatera lain yang didatangkan lewat program hibah satwa.

Plt Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS, Aschta Nita Boestani Tajudin, mengaku sudah melakukan pembicaraan dengan Kebun Binatang di Medan dan Lampung untuk bertukar dengan harimau Sumatera.

"Dengan kebun binatang Medan dan Lampung, saya inginnya dapat Harimau Sumatera. Kalau bisa sepasang, untuk kemudian dikembangbiakkan," kata Aschta ditemui di Balaikota, Selasa (12/4/2016).

Kebun binatang di Medan dan Lampung termasuk sebagai Lembaga Konservasi (LK) sehingga untuk program hibah itu, sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan nomor 63/menhut-11/2013 tentang tata cara memperoleh spesimen tumbuhan dan satwa liar untuk lembaga konservasi.

"Bila kerjasama sudah mendapat restu dari Kementrian Kehutanan dan Dirjen Sumber Daya Alam, pasti ada harimau Sumatera baru. Nantinya akan kami tukar dengan koleksi KBS yang over populsasi," jelas Aschta.

Selain harimau, Aschta juga berharap aneka ragaman satwa di KBS bisa bertambah. Misalnya untuk jenis hewan reptil, tidak hanya ular dan buaya. Tapi juga aneka jenis kodok. "Karena sebagai lembaga edukasi, harus lengkap. Tidak harus banyak," lanjutnya.

Selain itu, Aschta juga akan menambah koleksi jenis burung.

"Targetnya pelikan kami kurangi, flaminggo kami tambah. Kami melihat warga Surabaya dan pengunjung KBS sangat menyukai burung eksotik dan burung kicau. Sehingga ingin saya manjakan dengan keberadaannya di KBS," jelas Aschta.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved