Berita Properti

Potensi Sektor Konstruksi Jawa Timur Capai Rp 200 Triliun, Begini Analisisnya

#Surabaya - Sektor jasa kontruksi di Jawa Timur (Jatim) masih tetap potensial di tahun ini dan beberapa tahun ke depan.

Potensi Sektor Konstruksi Jawa Timur Capai Rp 200 Triliun, Begini Analisisnya
SURYA.co.id/Sugiharto
Perwakilan dari HP, Lidya Budianto (kanan) bersama Owner Perum Digital Printing, Onassis mengamati hasil printer HP Pagrwide XL5000 di Grand City Surabaya, Rabu (6/4/2016). 

SURYA.co.id I SURABAYA - Sektor jasa kontruksi di Jawa Timur (Jatim) masih tetap potensial di tahun ini dan beberapa tahun ke depan.

Demikian disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Jatim, Hadi Prasetyo, Rabu (6/4/2016), dalam pameran IndoBuildTech, di Grand City, Surabaya.

Menurut Hadi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Jatim mencapai Rp1.649 triliun saat ini.

Dari jumlah itu, sekitar 9,4% atau sekitar Rp 150 triliun berasal dari sektor jasa kontruksi.

"Makanya, tahun ini dan tahun-tahun mendatang, bisnis jasa kontruksi akan tetap menjanjikan dan selalu menjanjikan. Tahun pertumbuhan bisa antara Rp 200 - 250 triliun,” ucapnya, Rabu.

Menurutnya ada sejumlah pemicu dari meningkatnya sektor jasa konstruksi. Di antaranya, Jatim sudah menjadi sasaran investasi luar negeri.

Di Jatim saat ini sudah ada 71 investor dari Amerika Serikat (AS). Belum lagi investor lain seperti dari Tiongkok, Jepang, Singapura, dan Korea.

Banyaknya negara yang berinvestasi di Jatim tak lepas dari kemudahan perizinan, dan ditopang dengan keamanan daerah.

"Menariknya lagi, IMF (international monetary fund) sudah memutuskan, mata uang yuan (renminbi) menjadi mata uang internasional selain dollar AS,” imbuhnya.

Hal tersebut, kata mantan Kepala Bappeda Pemprov Jatim ini, akan mendorong pengusaha-pengusaha dari Tiongkok akan lebih agresif berinvestasi di negara lain, khususnya di kawasan Asia Tenggara yang secara geografis dekat dengan negeri tirai bambu tersebut.

Halaman
12
Penulis: Mujib Anwar
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help