Event Surabaya

Yuk, Lihat Pameran Surat Cinta untuk Yayuk Tahun 1995 dan Ijazah Sekolah Tahun 2605

#SURABAYA - Meydiana (24), mahasiswa dari Malang, yang mengamati surat cinta dalam kota tersebut, melihatnya sambil berkata:

Yuk, Lihat Pameran Surat Cinta untuk Yayuk Tahun 1995 dan Ijazah Sekolah Tahun 2605
monica felicitas
Salah satu pernik pameran filateli dan aneka benda pos tempo doeloe di House of Sampoerna (HOS) Surabaya. Pameran ini berlangsung sampai akhir April 2016. 

SURYA.co.id | SURABAYA - "Surabaya, 15 September 1995, Buat Yayuk, Yuk saya minta maaf atas kesalahan yang saya perbuat, sungguh yuk itu tidak sengaja saya lakukan. Bukannya saya ridak bertanggung jawab dan untuk meredakan suasana itu saya datang kerumahmu tapi kamu marah dan besoknya saya telepon kamu tidak mau menerima."

Itulah penggalan paragraf dari surat cinta tak bertuan untuk Rahayu Dewi beralamat di Wisma Tropodo,Waru Sidoarjo, pada tanggal 15 September 1995, milik Pos Indonesia Surabaya, di dalam kotak kaca museum House of Sampoerna (HOS) Surabaya.

Meydiana (24), mahasiswa dari Malang, yang mengamati surat cinta dalam kota tersebut, melihatnya sambil berkata:

"Zaman dulu lebih romantis begini, ya. Lebih terasa jiwa berjuangnya. Harus nunggu surat berhari-hari, apalagi waktu surat itu datang, pasti rasanya campur aduk. Kebersamaan jadi lebih berarti dengan menunggu waktu surat dari pacar datang."

Ia terkagum-kagum pada bahasa penulis surat kepada pacarnya yang di dalam surat itu terlihat sedang marah, sesekali ia tertawa karena bahasa pada zaman dahulu terlihat polos, dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, tidak seperti bahasa anak zaman sekarang.

Selain surat cinta untuk Yayuk, sebanyak 15 surat tempo doeloe juga dipamerkan, mulai surat dinas (1901), surat niaga (1937) dan beberapa surat lainnya. Pameran ini mulai sampai 28 April 2016.

Bertajuk 'Surat dari Masa ke Masa' beberapa surat koleksi Pos Indonesia dari Kota Pahlawan akan mengajak pengunjung kembali ke masa surat menyurat masih dilakukan di atas selembar kertas yang dikirimkan dalam sebuah amplop berperangko.

Tidak hanya bisa membaca surat tempo dulu, pengunjung juga dapat melihat sepeda tua asli milik para pengantar surat zaman dahulu, lengkap dengan karung yang dulunya sebagai tempat menyimpan surat saat pak pos mendatangi dari rumah ke rumah. Di sebelahnya petunjuk mengenai sejarah surat dari masa ke masa.

Liliana Utari (35) seorang wanita karir, yang berkunjung pada pameran surat ini, terlihat heran mengamati surat ijazah dari Sekolah Rakyat tahun 1945, yang terletak di sisi bawah papan yang dihiasi beberapa pigora surat lama.

"Ada sekolah Jepang ya di Jalan Simpang I, alumnine sek ada ndak ya, baru tahu ada sekolah Jepang jamane sekolah rakyat di Surabaya," kata Liliana kepada putrinya yang baru berumur 8 tahun, dalam dialek khas Tionghoa Surabaya.

Halaman
12
Penulis: Monica Felicitas
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help