Event Surabaya

Pameran Batik Nusantara di Surabaya 4-8 Mei Target Transaksi Rp 3 Miliar

#SURABAYA - Pekan Swadesi di Jatim dan rangkaian hari jadi Surabaya ke 723, panitia penyelenggara mentargetkan transaksi hingga Rp 3 miliar.

Pameran Batik Nusantara di Surabaya 4-8 Mei Target Transaksi Rp 3 Miliar
SURYA/PRAMUDITO
ILUSTRASI BUSANA BATIK 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pameran yang bertema “Tenun, Craft dan Batik Nusantara” akan kembali digelar 4-8 Mei 2016 mendatang, di Grand Ballroom Dyandra Convention Center, Surabaya.

Dalam event tahunan yang diselenggarakan untuk menyambut Pekan Swadesi di Jatim dan rangkaian hari jadi Surabaya ke 723, panitia penyelenggara mentargetkan transaksi hingga Rp 3 miliar.

Direktur CV Vigar Cemerlang Abadi, Andi Eka Syahputra mengatakan, pihaknya sengaja mengambil tema itu agar pemerintah memperhatikan industri kerajinan tenun dan batik di Indonesia. Batik merupakan warisan budaya nusantara yang harus dijaga dan dilestarikan.

”Kami menyelenggarakan even ini karena berharap pemerintah memperhatikan UKM yang ada di Jatim, khususnya kerajinan tenun dan batik yang menjadi salah satu basis UKM,” katanya.

Ide menggelar pameran batik itu tercetus setahun lalu, ketika Pemkot Kediri ingin menghidupkan kampung tenun yang ada di di daerahnya. Dari situ pihaknya menangkap memang perlu ada perhatian, agar UKM yang memproduksi tenun dan batik bisa mengenalkan produknya kepada masyarakat di Jatim, Indonesia maupun mancanegara.

"Makanya mereka akhirnya kita fasilitasi dan beri wadah untuk memamerkan produknya," jelasnya.

Andi berharap, pameran “Tenun, Craft dan Batik Nusantara” bisa menggugah kesadaran pemerintah dan masyarakat untuk mencintai produk lokal. Masyarakat juga diundang hadir untuk membeli produk warisan budaya leluhur berupa kain tenun dan batik ini.

"Target kami, selama pameran terjadi transaksi mencapai Rp 3 miliar. Baik dari buyer lokal, luar pulau, maupun internasional," tukasnya.

Sampai saat ini, dari 160 stand yang tersedia, 60 persen sudah terisi. 40 persen sisanya sudah menyatakan ikut tapi menunggu kepastian resmi dari instansi terkait.

Selain dari Jatim, peserta pameran juga berasal dari luar kota. Seperti Solo, Jakarta, Cirebon dan Lasem. Mereka ada yang ikut secara mandiri dan bekerjasama dengan instansi pemerintah, seperti BUMN, BUMD serta Pemkab dan Pemkot di seluruh Indonesia. 

Penulis: Mujib Anwar
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved