Berita Gresik

Razia GP Ansor Gresik Tak Temukan Miras di Warkop Remang-remang, Kok Bisa?

#GRESIK -"Bu jangan jual miras dan mesum di warung kopi ya. Ini kota wali dan kota santri. Miras dan warung remang-remang dilarang," kata pemuda Ansor

Razia GP Ansor Gresik Tak Temukan Miras di Warkop Remang-remang, Kok Bisa?
sugiyono
SENSUAL - Tim gabungan GP Ansor dan Muspika Driyorejo, Gresik saat merazia warung kopi remang-remang yang diduga menjual miras dan digunakan prostitusi, Minggu (3/4/2016). 

SURYA.co.id | GRESIK - Warung remang-remang yang mulai marak di berbagai kecamatan di Gresik membuat Gerakan Pemuda (GP) Ansor bersama jajaran Muspika menggelar razia prostitusi dan minuman keras (miras).

Mereka menyasar wilayah Kecamatan Driyorejo, basis industri yang berbatasan dengan Surabaya.

Para anggota GP Ansor menyisir warung kopi remang-remang, Minggu (3/4/2016). Para pramusaji biasanya terlihat sensual, misalnya berbusana seksi atau pakai rok pendek. Pengunjung umumnya bisa mudah bertransaksi mesum dengan para pramusaji warung kopi tersebut.

Namun, dalam razia tersebut, mereka tidak menemukan miras dan pramusaji mesum dalam razia tersebut.

"Bu jangan jual miras dan mesum di warung kopi ya. Ini kota Gresik sebagai kota wali dan kota santri. Miras dan warung remang-remang dilarang," kata M Masrur, Ketua PAC GP Ansor Driyorejo.

Warung kopi remang-remang yang dirazia di wilayah Driyorejo pada Sabtu malam yaitu di perbatasan Lakarsantri, Surabaya barat sampai Perumahan Kota Baru Driyorejo.

"Kita terus mengawasi warung -warung remang -remang yang sangat meresahkan masyarakat jangan sampai ada prostitusi di warung kopi remang-remang. Kemungkinan ini dampak dari ditutupnya kawasan Dolly Surabaya," imbuhnya.

Razia miras dan warung remang-remang juga dilakukan di wilayah Kecamatan Duduksampean oleh PAC GP Ansor, Trantib Satpol PP, Polsek dan Koramil Kecamatan Duduksampean.

Di sepanjang Jalan Raya Duduksampean itu juga banyak warung kopi yang menyajikan karaoke dan musik-musik dangdut koplo.

"Muspika dan GP Ansor Duduksampean akan terus koordinasi untuk mengingatkan agar penjaga warung tidak menjual miras dan mengeraskan suara pengeras suara yang bisa menimbulkan kebisingan," kata Ahmad Munir, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Duduksampeyan.

Pantauan SURYA.co.id, warung kopi remang-remang juga tumbuh di wilayah Kecamatan Kebomas, Manyar, Sidayu, Driyorejo sampai Duduksampean. Tiap -tiap sudut Kota Gresik hampir ditemukan warung kopi yang buka 24 jam.

“Kami memang bakal terus melakukan razia dengan tim gabungan Polsek, Koramil dan GP Ansor,” ujar Ahmad Munir, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Duduksampeyan.

Sementara, Kapolsek Driyorejo Kompol Hendhy Kurniawan, mengatakan, selama ini penertiban warung-warung remang-remang hanya dilakukan jajaran Muspika.

"Peran masyarakat khususnya ormas sangat membantu untuk menjaga ketertiban di masyarajat. Bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat," kata Hendhy Kurniawan.

Penulis: Sugiyono
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help