Hukum Kriminal Surabaya

Pelaku Pecah Kaca Mobil ini Apes, saat Beraksi Dipergoki Juru Parkir, Ini Akibatnya

Agar aksinya tidak dicurigai juru parkir (jukir), Verdy memarkir motornya jauh dari lokasi. Dari lokasi parkir motornya, pelaku jalan kaki ke lokasi.

Pelaku Pecah Kaca Mobil ini Apes, saat Beraksi Dipergoki Juru Parkir, Ini Akibatnya
surya/zainuddin
Pelaku pecah kaca mobil diserahkan ke polisi. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Verdy Juniawan (30) dihajar massa di Jalan Pahlawan, Minggu (27/3/2016) malam. Warga Jalan Kalimas Baru ini diduga baru memecahkan kaca mobil Innova L 1853 NO milik Subianto dan menggondol tas di mobil tersebut.

Informasinya Verdy datang ke lokasi mengendarai motor Blade L 4525 OQ. Pelaku sudah merencanakan memecah kaca mobil yang terparkir di depan rumah makan Nam Cheong.

Agar aksinya tidak dicurigai juru parkir (jukir), Verdy memarkir motornya jauh dari lokasi. Dari lokasi parkir motornya, pelaku jalan kaki ke lokasi.

Verdy tidak langsung beraksi. Dia menengok kanan-kiri untuk memastikan keberadaan jukir. Setelah memastikan jukir tidak mengetahui keberadaannya, dia mengeluarkan busi bekas dari sakunya.

Besi bekas ini langsung dipukulkan ke kaca samping bagian tengah mobil warna hitam tersebut.

Pecahnya kaca mobil ini menarik perhatian jukir. Seorang jukir langsung mendekat ke sumber pecah kaca. Saat itu pelaku sedang mengambil tas yang ditaruh di jok tengah. Menyadari aksinya diketahui jukir, Verdy langsung melarikan diri. Jukir itu pun mengejar Verdy sambil berteriak minta tolong.

Warga yang mendengar teriakan jukir ikut mengejar Verdy. Warga berhasil menangkap pria bertubuh gemuk ini tidak jauh dari lokasi parkir motornya.

Warga langsung menghajar Verdy sampai babak belur. Warga baru menghentikan aksi main hakim sendiri setelah anggota Polsek Bubutan tiba di lokasi.

Kapolsek Bubutan, Kompol Edith Yuswo menyatakan pihaknya masih memeriksa Verdy. Tersangka terbukti mengambil tas di mobil milik Subianto. Tanpa menyebut pekerjaan korban, Edith mengungkapkan tas tersebut hanya berisi obat-obatan.

“Tersangka mengaku sudah beraksi delapan kali,” kata Edith, Senin (28/3/2016).

Menurutnya, tersangka menggunakan modus yang sama saat beraksi. Tersangka baru mengaku beraksi di Dukuh Pakis dan Bubutan. Sedangkan enam lokasi lain masih belum diungkap.

“Kami masih menggali enam lokasi lainnya,” tambahnya.

Penulis: Zainuddin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved