Surya/

Pilgub Jatim 2018

Ketua DPRD Jatim Tak Etis Kampanye dalam Forum Rapat Paripuran DPRD

#SURABAYA - Pada sidang paripurna itu ada juga Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf yang berniat maju sebagai calon gubernur.

Ketua DPRD Jatim Tak Etis Kampanye dalam Forum Rapat Paripuran DPRD
surya/mujib anwar
Dari kiri: Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Gubernur Soekarwo dan Ketua DPRD Jatim Abdul Halim Iskandar. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua DPRD Jatim Abdul Halim Iskandar yang berniat maju dalam Pilgub Jatim 2018 dinilai melakukan perbuatan tak etis.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini berkampanye untuk dirinya dalam forum sidang paripurna DPORD Jatim, Senin (28/3/2016) siang.

Adik Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, itu bersuara nyaring "holopis kuntul baris" dalam sidang Paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur akhir tahun 2015 kepada DPRD Jawa Timur.

Tagline atau slogan ini telah dia populerkan melalui reklame di hampir semua daerah di Jawa Timur, juga melalui iklan di media massa.

"Pak Halim untuk Jatim. Holopis Kuntul Baris," demikian jargon Halim yang terpasang besar-besar di setiap ruas jalan di Jatim.

Pada sidang paripurna itu ada juga Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf yang berniat maju sebagai calon gubernur.

Meski dalam konteks guyon, namun sejumlah anggota DPRD menilai Halim tak etis mengucapkan hal itu di forum sidang paripurna.

“Saya kira tidak etis karena bukan tempatnya kampanye di sidang paripurna," kata salah satu anggota DPRD Jatim.

Sementara, Ketua Fraksi Nasdem Hanura DPRD Jatim, Muzamil Syafii, mengaku menyimak sendiri tagline itu diucapkan di forum sidang.

Berkali-kali diucapkan sehingga arahnya sesuai baliho Halim. "Sebaiknya dihindarilah kalimat tagline begitu," ucap kolega Halim itu.

Jika tagline itu disampaikan Halim sekali, Muzammil bisa memahami. Namun, Halim dalam hitungannya beberapa kali mengucapkan tagline yang sama. Ini dinilai sengaja untuk berkampanye.

Sementara itu, Ketua PKS Jatim Hammy Wahyudianto menilai bahwa tagline itu konteksnya bercanda. Sebab, Halim juga belum ditetapkan sebagai calon.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help