Berita Surabaya

Kejati Bidik Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi KPU Jatim, Penyidik kini Masih Mengkajinya

Kasus yang semula ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya kemudian ditarik ke Kejati Jatim itu menetapkan 5 tersangka.

Kejati Bidik Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi KPU Jatim, Penyidik kini Masih Mengkajinya
surya/ahmad zaimul haq
DITAHAN - Tiga tersangka (Nanang Subandi, Achmad Suhairi dan Anton Yuliono) di mobil tahanan untuk ditahan di Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng, Rabu (2/3/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim membidik tersangka baru dalam kasus dugaan proyek fiktif pengadaan form C dan D pada Pilpres dan Pileg 2014 di tubuh KPU Jatim. Hal ini menyusul temuan bukti baru oleh penyidik Pidana Khusus (Pidsus).

Kasus yang semula ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya kemudian ditarik ke Kejati Jatim itu menetapkan 5 tersangka.

Mereka adalah Achmad Sumaryono (konsultan), Achmad Suhari, (Bendahara KPU Jatim), Anton Yuliono (PNS KPU Jatim), dan Nanang Subandi (rekanan) serta Fachrudi Agustadi (pegawai BUMN sebagaia perantara).

Namun penyidik masih memenjarakan empat tersangka ke Rutan Medang masing-masing Achmad Suhari, Anton Yuliono, dan Nanang Subandi serta Fachrudi Agustadi. Sementara Achmad Sumaryono belum ditahan karena sakit dan dirawat di Jogjakarta.

Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Pidsus Kejati Jatim, Dandeni Herdiana SH, membenarkan atas temuan bukti baru dalam kasus dugaan korupsi di KPU Jatim.

Namun apa temuan baru itu, Dandeni enggan menjelaskan secara rinci. "Yang jelas temuan baru itu terus dikaji oleh penyidik," ujar Dandeni, Jumat (25/3/2016).

Dari temuan yang ada, Dandeni tak menampik jika adanya tambahan tersangka. Tidak menutup kemungkinan orang yang sudah menjadi tersangka akan menjadi tersangka di kasus yang baru lagi.

"Semua bisa terjadi atas temuan bukti baru," paparnya.

Kabar berkembang, temuan bukti baru itu pascapemeriksaan beberapa saksi yang dihadirkan penyidik beberapa waktu lalu. Sejumlah saksi tersebut adalah Aris Sunaryo, Kasubag Keuangan KPU, Dewita Hayu Shinta, Komisioner KPU dan Azis Basuki, Kasubag Umum dan Logistik.

Mereka diperiksa sebagai saksi untuk mengorek keterangan terkait DPT fiktif Pilpres dan Pileg 2014. Mereka diduga tahu soal aliran uang dan jumlah DPT yang seolah-olah dicetak.

Halaman
12
Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help