Kereta Api

PT KAI Tak Layani Jalur Kereta Api ke Teluk Lamong, Ini Pertimbangannya

#SURABAYA - "Kami sudah jajaki kerja sama untuk mengakses jalur rel KA ke Teluk Lamong. Namun tampaknya kami tak mungkin merealisasikannya."

PT KAI Tak Layani Jalur Kereta Api ke Teluk Lamong, Ini Pertimbangannya
nuraini faiq
KERETA API BARANG - Suasana di Stasiun Kalimas, Surabaya yang khusus melayani KA barang. 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) selaku pengelola tunggal moda transportasi kereta api (KA) tak tertarik melayani jasa angkutan KA barang ke Terminal Pelabuhan Teluk Lamong.

Terminal pelabuhan kapal baru berskala internasional itu tak akan terkoneksi jalur rel.

Setidaknya untuk jangka waktu dekat ini, mustahil jika moda transportasi paling efektif itu menembus Teluk Lamong.

"Kami sudah jajaki kerja sama untuk mengakses jalur rel KA ke Teluk Lamong. Namun tampaknya kami tak mungkin merealisasikannya," ucap Sujarwo, Manajer Pemasaran PT KAI Daop 8 Surabaya, Minggu (20/3/2016).

Teluk Lamong memang menjadi salah satu titik ekonomi yang perlu penunjang moda transportasi kereta barang. Dengan truk kontainer, jalur utama melalui Jalan Raya Kalianak sudah tak memungkinkan karena macet. Namun, saat ini sudah tersambung tol Romokalisari.

Namun untuk bisa sampai ke Teluk Lamong juga tak langsung ke lokasi pelabuhan. Bahkan truk-truk itu juga tak bisa langsung masuk ke bongkar muat lantaran terminal pelabuhan itu tak mengizinkan sembarang truk masuk. Harus berbahan bakar yang ramah lingkungan.

"Salah satu yang kami keberatan adalah pembangungan stasiun kereta barang itu tak bisa di dalam pelabuhan. Kalau bukan di dalam terminal pelabuhan mau dimana lagi. Beda dengan Stasiun Kalimas yang bisa langsung ke pelabuhan Tanjung Perak," tambah Sujarwo.

Salah satu petimbangan utama PT KAI belum mau menginvestasikan sarana KA barang ke Teluk Lamong adalah karena berbiaya tinggi. Untuk membangun stasiun KA barang itu nilai minimal investasinya adalah Rp 50 miliar.

Sementara lalu lintas dan bongkar muat di pelabuhan internasional itu juga masih minim. Separo dari bongkar muat di Tanjungperak. Aktivitas bongkar muat di Teluk Lamong saat ini baru 7.000 teus. Sementara di Tanjung Perak bisa 16.000 teus per tahun.

Saat ini, PT KAI Daop 8 Surabaya telah mengoperasikan KA barang petikemas sebanyak 22 KA. Khusus untuk KA BBM sebanyak 12 dan KA Semen 8 KA. Keseluruhan total KA barang dan penumpang sebanyak 164 KA.

Saat ini, layanan jasa KA barang akan makin ditingkatkan. Belum lama ini telah datang KA khusus barang dengan gerbang lebih besar.

Sebanyak 34 gerbong khusus barang berkapasitas 54 ton per gerbong baru saja didatangkan. Kapasitas angkut ini lebih besar dari gerbong lama yang hanya 42 ton per gerbong. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved