Berita Surabaya

Pansus DPRD Surabaya Butuh Kajian BPK Terkait PDAM Surya Sembada, Ada Apa?

#Surabaya - Pansus DPRD yang membahas raperda butuh kajian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

Pansus DPRD Surabaya Butuh Kajian BPK Terkait PDAM Surya Sembada, Ada Apa?
kompas.com/shutterstock
Ilustrasi air bersih 

SURYA.co.id I SURABAYA - Pembahasan terkait rancangan peraturan daerah tentang penambahan penyertaan modal Pemkot kepada PDAM Surya Sembada akan berlangsung lama nantinya.

Hal ini karena panitia khusus (pansus) DPRD yang membahas raperda butuh kajian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebelum menetapkan penambahan modal berupa pipa air minum tersebut.

Kajian itu berkaitan dengan ketentuan penyertaan modal dari pemda ke perusahaan daerah (perusda) yang harus ditetapkan dengan peraturan daerah (perda).

Aturan ini mengacu pada UU Nomor 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara.

Pansus terbelenggu dengan aturan tersebut lantaran realitas saat ini pipa air minum sebagai objek tambahan modal sudah digunakan PDAM.

Ketua Pansus Raperda Penambahan Penyertaan Modal Pemda kepada PDAM Surya Sembada Budi Leksono mengakui, kondisi sekarang dengan perintah didalam aturan itu terbalik.

Saat ini pihaknya harus berkonsultasi dengan BPK agar raperda yang dibahas tidak benturan dengan peraturan diatasnya. ”Semestinya bentuk perda dulu sebelum modal dikucurkan,” kata Budi, Sabtu (19/3/2016)

Selain ketentuan tersebut, penambahan penyertaan modal sebesar Rp 40 miliar tersebut juga terbalik bila dibenturkan dengan Permendagri Nomor 52/2012 tentang Pedoman Pengelolaan Investasi Pemerintah Daerah, sesuai arahan Dirjen Bina Keuangan Daerah di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Pansus harus mencari alternatif agar pipa air bisa masuk kategori penambahan penyertaan modal. "Apakah itu nantinya dihibahkan atau yang lain, ini masih kami cari," ujarnya.

Anggota pansus Adi Sutarwiyono menambahkan, PDAM juga diminta untuk memperbaiki sistem data.

Menurut Adi selama ini ada ketidakcocokan antara data yang dimiliki PDAM dengan pemkot. Diantaranya yaitu soal jumlah pelanggan.

Sebelumnya, data dari pemkot menyebutkan bila pelanggan PDAM saat ini sebanyak 67 persen dari total 3,2 juta penduduk Surabaya.

"Tapi kemarin kok bilang 93 persen, ini yang benar yang mana," ungkapnya

Penulis: Dya Ayu
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved