Pendidikan

Anak Berkebutuhan Khusus Itu Istimewa, Perlu Dibimbing dan Diasuh Secara Istimewa Pula!

Anak-anak istimewa ini akhirnya jadi anak yang biasa-biasa saja karena tidak ditangani dengan istimewa.

Anak Berkebutuhan Khusus Itu Istimewa, Perlu Dibimbing dan Diasuh Secara Istimewa Pula!
surya/pipit maulidiya
Iwan Wahyu Hidayat Pada sesi pertama menyampaikan materinya di seminar pendidikan Berbakat & Berkebutuhan Khusus di Fakultas Psikologi Unair, Sabtu (19/3/2016) siang. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Memiliki dan mengasuh Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memang tak mudah.

Banyak orangtua yang bingung bagaimana cara mendidik ABK sesuai kondisi tumbuh kembangkan.

Alasan inilah membuat College of Allied Educators mengundang puluhan tenaga pendidik dan masyarakat umum untuk mengikuti seminar pendidikan Berbakat & Berkebutuhan Khusus di Fakultas Psikologi Unair, Sabtu (19/3/2016) siang.

Seminar ini untuk menjawab realitas kebutuhan anak-anak AKAB di sekolah umum yang ada.

"Kami pernah bekerja sama dengan beberapa SD untuk mengenali anak cerdas istimewa. Populasinya hanya 2 persen dari jumlah murid satu sekolah. Mereka terlihat biasa-biasa saja karena kurikulum yang disampaikan sekolah adalah, pelajaran umum atau pelajaran mudah menurut anak itu," terang Yudha Oktado (40), Praktisi Pendidikan Unair Surabaya.

Lebih jauh, Yudha menuturkan anak-anak istimewa ini akhirnya jadi anak yang biasa-biasa saja karena tidak ditangani dengan istimewa.

"Makanya kita hadirkan praktisi dan ahli untuk memberikan pengetahuan tentang potensi istimewa atau ABK ini. Paling tidak, kita thau apa yang anak ini butuhkan," tuturnya.

Pada seminar kali ini, terdapat dua materi pokok yang disampaikan Iwan W. Hidayat, M.Psi dan sesi kedua oleh Sheila H, M.S., CCC-SLP.

Masing-masing akan membawakan tema Memahami Kondisi dan Kebutuan Anak Cerdas Istimewa, dan Anak Berkebutuhan Khusus.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help