Berita Properti

Crown Group Makin Agresif Pasarkan Properti di Surabaya, Ini Tujuannya

“Peluang ini sudah ditangkap sejumlah investor Indonesia untuk menanamkan investasinya di Sydney."

Crown Group Makin Agresif Pasarkan Properti di Surabaya, Ini Tujuannya
surya/m taufik
foto ilusrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA – Harga properti di luar negeri, khususnya di Australia, tegolong masih cukup mahal bagi masyarakat Indonesia. Angkanya di atas Rp 5 miliar untuk sebuah unit hunian. Tapi nyatanya, tak sedikit warga Indonesia yang membeli atau berinvestasi di bidang properti di negeri Kanguru tersebut.

Mereka umumnya memakai cara jitu dalam hal berinvestasi di negara asing, yaitu dengan menyewakan properti yang mereka beli, kemudian memakai uang sewa tersebut untuk membayar angsurannya.

“Karena tarif sewa hunian di Australia, terutama di Sydney, cukup mahal. Kalau dirupiahkan, rata-rata sekitar Rp 20 juta per bulan. Hampir sama dengan nilai cicilan untuk pembelian apartemen seharga kisaran Rp 5 miliar,” ungkap Bagus Sukmana, GM Strategic and Corporate Communication Indonesia Crown International Holdings Group di Surabaya, Selasa (15/3/2016).

Di sana, lanjutnya, rental hunian selama ini sangat laris. Hampir semua hunian, termasuk apartemen yang direntalkan selalu ada penghuninya.

Salah satu alasannya, karena warga asing di Australia tidak boleh membeli hunian second. Sehingga orang asing yang sedang bekerja atau kuliah di sana, harus menyewa jika tidak mau membeli baru.

“Peluang ini sudah ditangkap sejumlah investor Indonesia untuk menanamkan investasinya di Sydney. Apalagi, untuk membeli hunian baru di sana, cukup dengan membayar uang muka 10 persen. Selanjutnya, angsuran baru mulai dibayar setelah hunian yang dibeli itu selesai dibangun,” sambung Bagus.

Dan yang paling menjanjikan, kata dia, harga properti di Australia stabil Crown Group Makin Agresif Pasarkan Properti di Spertumbuhannya dari tahun ke tahun.

Tahun 2014, nilai properti tumbuh 14 persen, kemudian tumbuh lagi 15 persen di tahun 2015, dan diprediksi tumbuh 10 persen di tahun 2016 ini.

“Jika dibuat rata-rata tumbuh 5 persen setiap tahun saja, sudah berapa peningkatan nilai investasi properti selama 10 tahun? jelas sangat menguntungkan. Apalagi, angsurannya bisa dicukupi dari hasil merentalkan hunian yang dibeli,” paparnya.

Pasar Indonesia, sejauh ini disebut masih sangat berpotensi. Banyaknya investor yang sudah berinvestasi di sana membuat perusahaan pengembang properti ternama di Australia tersebut semakin agresif memasarkan produknya, terutama di Jakarta dan Surabaya.

Sekarang ini, yang gencar dipasarkan adalah Sky Bar, sebuah cocktail bar yang terletak di puncak menara dengan pemandangan kota Sydney yang disebut-sebut akan menjadi bar tertinggi di Parramatta.

“Terletak lebih dari 100 meter di atas permukaan tanah di puncak V by Crown Group senilai Rp 3 triliun, Sky Bar menawarkan pemandangan spektakuler dari Blue Mountains, Sydney CBD dan Sydney Harbour Bridge,” kata Crown Group Director of Sales and Marketing, Roy Marcellus.

Sky Bar memiliki luas 275 meter persegi bar area dengan akses lift langsung dan 90 meter persegi area terasout-door direncanakan mulai dibuka untuk umum pada musim panas 2016-2017.

Dan V by Crown Group yang meliputi koleksi mewah bergaya suite dengan tampilan arkeologi state of the art, menurut dia, dikembangkan sebanyak 590 unit. Artemen ini dijadwalkan selesai untuk tahap pertama pada Desember 2016.

Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved