Surya/

Kesehatan

Shabrina Makan Rempelo Ati dan Tidak Tidur Larut Malam Supaya Bisa Donor Darah, Ini Hasilnya

#Surabaya - Mahasiswa ini cemas saat akan donor darah.

Shabrina Makan Rempelo Ati dan Tidak Tidur Larut Malam Supaya Bisa Donor Darah, Ini Hasilnya
SURYA.co.id/Neneng Uswatun Hasanah
Suasana Donor Darah di Himalaya Poltekkes Surabaya, Senin (14/3/20160 

SURYA.co.id I SURABAYA - Shabrina Firli mencengkeram kuat pegangan kursi tempat ia berbaring selagi mendonorkan darahnya, Senin (14/3/2016).

Donor saat ini merupakan pengalaman pertamanya. "Biasanya hemoglobin saya terlalu rendah atau tekanan darah saya yang rendah, jadi belum pernah berhasil donor," ujarnya.

Dia menjelaskan Shabrina sengaja makan rempelo ati ketika sarapan agar tekanan dan hemoglobinnya normal untuk donor darah. Ia pun tidur tidak terlalu larut malam sebelum donor dilakukan.

"Rasanya senang sekali ketika dinyatakan bisa donor tadi, senang bisa berguna bagi orang lain," tambah mahasiswi semester 4 D4 Analis Kesehatan itu.

Kegiatan donor darah ini diadakan Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya (Himalaya) itu. Acara ini rutin dilakukan tiap tahun.

Ketua Panitia kegiatan, Nadia Farah Fadilah mengatakan acara tersebut bukan satu-satunya acara yang dilakukan oleh Himalaya. Sebelumnya mereka mengadakan bakti alam untuk mahasiswa dan masyarakat.

"Semuanya itu bertujuan untuk meningkatkan kekerabatan poltekkes dan universitas lain serta masyarakat. Sekaligus juga memperkenalkan bahwa jurusan Analis Kesehatan juga memiliki organisasi pecinta alam," papar gadis berusia 18 tahun itu.

Ia berharap, acara itu tetap berlangsung tiap tahun dengan jumlah pendonor yang meningkat dan menambah inovasi baru.

"Semoga kami bisa tetap memberikan acara dan suguhan yang menarik serta kenyamanan untuk masyarakat," pungkasnya.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help