Hukum Kriminal Surabaya

Konsultan KPU Mangkir Panggilan Kejati Jatim, Kali Ini Alasannya Sakit Saluran Kencing

Menurut Rony, pihaknya sudah berkomunikasi dengan dokter yang menangani Sumaryono. “Kabarnya sakit saluran kencing," terangnya.

Konsultan KPU Mangkir Panggilan Kejati Jatim, Kali Ini Alasannya Sakit Saluran Kencing
net
Ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tersangka Achmad Sumaryono kembali mangkir dari panggilan penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim, terkait dugaan korupsi proyek Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilpres dan Pileg 2014 di KPU Jatim senilai Rp 5,7 miliar, Senin (14/3/2016).

Ketidakhadiran Sumaryono yang kedua kali ini, karena sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

"Sumaryono dirawat di rumah sakit di Yogyakarta," kata Kasi Penkum Kejati Jatim, Rony Arizyanto didampingi Kasi Penyidikan, Dandeni Herdiana.

Menurut Rony, pihaknya sudah berkomunikasi dengan dokter yang menangani Sumaryono. “Kabarnya sakit saluran kencing," terangnya.

Peran tersangka Sumaryono dalam kasus ini cukup penting, sebab posisinya sebagai konsultan.

Tersangka digandeng KPU Jatim untuk mencetak formulir model C dan D untuk kepentingan Pileg dan Pilpres 2014. Ia juga diduga menerima cipratan uang dari kejahatan ini.

Pemeriksaan Sumaryono kali ini, sebenarnya berbarengan dengan pemeriksaan tiga saksi lain.

Ketiga saksi yang tengah menjalani pemerikaaan adalah Aris Sunaryo, Kasubag Keuangan KPU, Dewita Hayu Shinta, Komisioner KPU dan Azis Basuki, Kasubag Umum dan Logistik.

Pemeriksaan ketiga saksi itu untuk mengorek keterangan kenapa bisa muncul DPT fiktif Pilpres dan Pileg 2014. Karena mereka diduga tahu soal aliran uang dan jumlah DPT yang seolah-olah dicetak.

Dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pengadaan fiktif logistik Pemilu ini telah merugikan negara sebesar Rp 7 miliar.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help