Berita Properti

Bisnis Ritel Naik 12 Persen, Tunjungan Plaza Perluas Pasar

#Surabaya - Ini angka dan alasan pertumbuhan ekonomi bisnis ritel di Indonesia.

Bisnis Ritel Naik 12 Persen, Tunjungan Plaza Perluas Pasar
Sugiharto
Chairman Pakuwon Group, Alex Tedja, bersama Managing Director PT Panen Lestari Internusa, Agus Ghozali dan Marketing Director Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi mengamati maket Sogo Supermall usai penandantanganan kerjasama di Supermall, Rabu (11/11/2015). 

SURYA.co.id I SURABAYA - Gonjang-ganjing perekonomian sejak tahun kemarin tak berpengaruh terhadap pertumbuhan pasar ritel.

Sutandi Purnomosidi, Direktur Marketing Pakuwon Group menyebut sektor ini mengalami pertumbuhan sekitar 10-12 persen di awal tahun 2016. Kondisi serupa juga terjadi sepanjang tahun kemarin.

"Artinya, pasar ritel cenderung tumbuh. Tidak terpengaruh dengan kondisi perekonomian yang terjadi," ungkap Sutandi di sela kesibukannya di Tunjungan Plaza (TP) Surabaya, Minggu (13/3/2016).

TP dan sejumlah mal milik Pakuwon, menurut dia, juga mengalami pertumbuhan di sisi jumlah pengunjung. "Tingkat okupansi mal juga terus mengingkat sehingga menejemen terus berusaha menambah kapasitas," lanjutnya.

Setelah membuka TP5, tahun 2017 mendatang, Pakuwon juga bersiap membuka TP6.

Dari catatan yang ada, sejauh ini sudah ada 70 persen tenant di TP6 yang dibooking. Dalam kata lain, animo pedagang ritel juga terus meningkat.

Dikatakan Tandi, panggilan Sutandi Purnomosidi, dari sekian banyak stand yang ada di mal-mal milik Pakuwon, stand makanan dan fasion terbilang paling laris dibanding stand lainnya. "Untuk food, bahkan okupansi di TP sudah 100 persen," tandasnya.

Ya, 150 stand makanan di Tunjungan Plasa memang sudah terisi penuh. Dan tingkat kunjungan di stand-stand resto dan kafe tersebut, semua terbilang laris. Sejalan dengan jumlah kunjungan di pusat perbelanjaan tersebut yang terbilang tidak pernah sepi.

Traffick pengunjung TP setiap hari rata-rata ada sekitar 1.000 kunjungan. Angka itu dihitung dari jumlah mobil yang masuk dan parkir.

Artinya, jumlah ini masih sedikit lantaran belum terhitung pengunjung yang bersepeda motor, naik angkutan umum, atau sebagainya.

Di sisi lain, pengelola pusat perbelanjaan juga terus menaikkan service cas bagi para pemilik tenant, seiring tumbuhnya pasar serta meningkatnya biaya operasional. Setiap tahun, rata-rata service cas naik sekitar Rp 10 persen. Hanya pada tahun ini, Tandi menyebut bahwa kenaikan di Pakuwon Group cuma 9 persen.

"Faktor utama yang menjadi alasan kenaikan, yakni ongkos pegawai yang terus naik seiring kenaikan UMK, dan biaya listrik. Dua hal ini yang menjadi dasar utama naikknya service cas," lanjutnya.

Penulis: M Taufik
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved