Berita Properti

Tunggakan Kredit Pembiayaan Apartemen Ternyata Kecil, Ini Buktinya

#Surabaya - Pembelian apartemen ternyata jauh lebih menguntungkan untuk investasi. Inilah penyebabnya...

Tunggakan Kredit Pembiayaan Apartemen Ternyata Kecil, Ini Buktinya
SURYA.co.id/M Taufik
Direktur Utama PT Tlatah Gema Anugrah Hengki Budiharti usai penandatanganan MoU dengan Pimpinan Cabang Bank Bukopin Surabaya Andi Dharma, Selasa (8/3/2016) 

SURYA.co.id I SURABAYA - Resiko atau tunggakan kredit untuk kepemilikan apartemen ternyata jauh lebih kecil ketimbang di sektor landed house (rumah tapak) dan kredit lainnya.

Alasan itu karena pembeli apartemen kebanyakan dari kelas menengah atas yang berinvestasi.

Demikian kata Hengki Budiharto, Direktur Utama PT Tlatah Gema Anugrah usai penandatanganan MoU dengan Bank Bukopin terkait kerjasama pembiayaan KPA (Kredit Pemilikan Apartemen) Bale Hinggil di Surabaya, Selasa (8/3/2016).

PT Tlatah Gema Anugrah merupakan pengembang apartemen Bale Hinggil di kawasan MERR Surabaya.

Mereka akan memulai pembangunan dua tower, A dan B yang masing-masing berisi 1.000 unit. Pembangunan ini sudah hampir rampung dan dijadwalkan mulai diserahterimakan ke pembeli pada September 2016 mendatang .

“Dari dua tower itu, yang terjual sudah mencapai 1.800 unit atau sekitar 90 persen. Setelah itu, akan dilanjutkan pembangunan tower C dan D yang masing-masing berisi 500 unit hunian,” papar Hengki.

Dari 1.800 pembeli Bale Hinggil, kata dia, mayoritas proses pembayarannya menggunakan system inhouse. Dan selama ini, data di pengembang property tersebut menyebut, hampir tidak pernah ada tunggakan.

“Nah, setelah penyerahan unit, bakal mulai di-delevery ke Bank Bukopin untuk pembiayaan KPA-nya. Demikian halnya nanti untuk tower C dan D. Kami sangat yakin, potensi nunggak kredit juga sangat minim,” tandas Hengki.

Hunian vertical Balai Hinggil memiliki tiga tipe. Paling murah sekitar Rp 360 juta, kemudian tipe 2 badroom berkisar di Rp 600 juta, dan tipe 3 bandroom yang harganya sekitar Rp 900 juta.

Andi Dharma, Pimpinan Cabang Bank Bukopin Surabaya menyampaikan bahwa pembiayaan apartemen baru kali ini dijalankan oleh Bukopin Surabaya.

"Kalau landed home sudah sering, tapi untuk apartemen ini yang pertama. Dan terkait kerjasama ini, kami berharap bisa mendapat setidaknya 75 persen dari buyer Bale Hinggil,” ujarnya.

Melihat data buyer yang ada, dirinya juga mengakui bahwa potensi tunggakan kredit sangat kecil jika dibanding landed home atau sektor kredit lain.

Dan yang jelas, jika proyek ini berhasil maka target peningkatan 30 persen untuk penyaluran kredit Bukipin Surabaya sepanjang 2016 bisa dengan mudah terpenuhi.

“Konsep pembiayaannya seperti apa, masih perlu kami bicarakan lebih lanjut. Yang jelas, kami akan mencari terobosan yang spektakuler bersama Bale Hinggil dengan mengutamakan kecepatan proses kredit, kemudahan dan murah,” ungkap Andi Dharma.

Kerjasama antara Bukopin dan Bale Hinggil sebenarnya sudah cukup lama, termasuk kerjasama pembiayaan untuk pembangunan tower-tower apartemen tersebut. Dan sejak awal, memang telah direncanakan bahwa kerjasama pembiayaan proyek itu berlanjut hingga ke pembiayaan KPA-nya.

Penulis: M Taufik
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help