Persona

Angelia Merry Meraih Predikat Womenpreneur Berkat Peta Menu Surabaya

Agar bisnis kafenya sukses memang harus memilih lokasi yang strategis atau di jalur utama. Dan itu tentu susah bila tidak didukung budget yang tinggi.

Angelia Merry Meraih Predikat Womenpreneur Berkat Peta Menu Surabaya
SURYA/AHMADZAIMULHAQ

SURYA.co.id | SURABAYA - Jeli melihat peluang. Itu lah yang selalu ditanamkan Angelia Merry di setiap langkahnya.

Itu pula yang dilakukan saat merespons keinginan banyak orang untuk berbisnis kuliner dalam bentuk kafe namun sering terkendala lokasi untuk melakukan usahanya.

“Agar bisnis kafenya sukses memang harus memilih lokasi yang strategis atau di jalur utama. Dan itu tentu susah bila tidak didukung budget yang tinggi,” tegas Merry.

Gagasan spontan muncul ketika wanita kelahiran Jakarta, 18 Maret 1970 ini diajak kerjasama oleh sebuah dealer motor roda tiga. “Ini bisa dikostum jadi sebuah kafe yang low budget!” cetus Merry yang jadi konsultan di perusahaan motor roda tiga dan berkantor di Jl Pucanganom Timur Surabaya tersebut.

Maka motor yang biasanya dipakai untuk angkut galon air mineral atau sampah itu pun langsung dimodifikasi jadi sebuah ‘kafe’. Dan ‘Surabaya’ dijadikan ikon kafe modifikasinya itu.

“Saya tergerak oleh keinginan Pemprov Jatim untuk meningkatkan image Surabaya sebagai kota kreatif. Di sisi kreativitas Surabaya memang masih kalah dibanding Malang,” urainya.

Di badan motor roda tiga itu, Merry memapar peta kota Surabaya. Di peta itu terpampang tempat-tempat wisata andalan, macam Monkasel, Taman Bungkul, dan Tunjungan sebagai ‘roh’nya kota Surabaya.

Maka motor kafe ini pun jadi sebuah ‘buku menu’ berjalan. Karena di dalam motor tersebut tersaji aneka macam makanan ringan seperti Monkasel Orkestra, Balad of Tunjungan, dan Sparkling Bungkul.

“Saya memang analogikan makanan itu dengan lokasi wisata di Surabaya. Untuk Monkasel Orkestra ini sebetulnya adalah roti hotdog yang diisi ice cream,” ungkap Merry yang juga pengurus Surabaya Creative City Forum (SCCF) Bidang Simpul Kerajinan.

Cara berjualannya pun berkeliling ke tempat-tempat wisata yang tertera di peta tersebut. Uniknya peta yang terpampang di badan motor roda tiga ini membuat banyak konsumen jadi tertarik untuk menjadikannya sebagai latar belakang foto selfie.

“Untuk usaha motor kafe ini saya melibatkan mahasiswa. Saya mengajarkan mereka berbisnis, dan membentuk mereka jadi entrepreneur muda,” beber Merry.

Berkat motor kafe yang dia beri nama Surabaya Heritage Mofe (Motor Kafe) ini pula, Merry berhasil meraih Juara 1 di kompetisi Womenpreneur yang dalam acara Bank & UMKM Expo di Grand City Convention Centre Surabaya yang digelar 11-14 Februari 2016.

Ide yang sama kini coba diterapkan Merry di tempat pemancingan Kusuma Tirta di Sidoarjo. “Nanti akan ada floating café. Jadi pengunjung bisa ngopi santai di atas perahu wisata air,” tuturnya.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Achmad Pramudito
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved