Event Surabaya

Seni Instalasi 'Mie Kirin Indonesia' Hadir di Surabaya, Seperti Ini Keunikannya

Selain di Museum House of Sampoerna, 'Mie Kirin Indonesia' juga akan digelar di Perpustakaan C20 Surabaya, 12 Maret 2016 dan di Mini Gigs, 13 Maret.

Seni Instalasi 'Mie Kirin Indonesia' Hadir di Surabaya, Seperti Ini Keunikannya
monica felicitas
LIEM SIOE LIONG & SOEHARTO - Seni instalasi di House of Sampoerna, Kamis (3/3/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Izul Putra (20), mahasiswa jurusan seni Universitas Negeri Surabaya, melihat karya seni bertajuk 'Mie Kirin Indonesia', yang baginya cukup dirasa aneh.

Bertempat di Museum House of Sampoerna, ia mengamati setiap detail karya seni itu, Kamis (3/3/2016).

Lelaki bertinggi 170 centimeter ini tidak berkata sepatah kata pun. Tetapi dari gerak-geriknya ia memperhatikan maksud yang disampaikan seniman kepada penikmat seni yang hadir dalam pameran ini.

Karya seni oleh Ragil Surya itu berbentuk replika altar dalam ruang 2x4 meter, dan lantai sekelilingnya dipasang lilin merah menyala. 

Di tengahnya terletak mie instan yang digantung. Selain itu juga diapit foto Liem Sioe Liong (Sudono Salim), bos PT Indofood, dan foto mendiang Presiden Soeharto. Liem memang sekutu bisnis Soeharto

Tanpa banyak orang ketahui, ada hubungan yang erat antara bangsa Indonesia dengan mi instan pertama di dunia. Siapapun yang memasuki ruangan ini khusunya pada malam hari, akan merasakan aura yang berbeda.

Ragil memiliki tujuan menciptakan sebuah karya instalasi yang berbentuk altar dan mengilustrasikan upaya memaknai fenomena pola konsumtif yang kehilangan logika.

Selain karya milik Ragil, ada pula karya Danni Febriana berjudul 'Survivor', karya Dien Firmansyah berjudul 'Too easy to be hard, it's you?' lantas karya Muchlis Fahri berjudul 'Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri China' , serta karya Devy Ika N yang berjudul 'Biasa'. Total ada 9 karya seni instalasi.

Sang pencetus ide kreatif ini adalah Arga Aditya (26), kurator komunitas Makmur Project alumni Institut Seni Indonesia, Yogyakarta.

Ia menggandeng enam seniman yang tergabung dalam komunitas tersebut untuk menuangkan pola konsumsi kekinian masyarakat Indonesia dalam pameran seni rupa, yang dihelat mulai 4 Maret hingga 26 Maret 2016 di Museum House of Sampoerna, Surabaya.

"Mie kirin Indonesia itu seperti bercandaan gaya Mataraman. Mie sebagai subjek. Enak, santai, dan tidak terlihat kaku," katanya.

Yang membedakan pameran ini adalah seluruh senimannya merupakan seniman muda berprestasi di tingkat nasional.

"Kami ingin menyajikan suatu pameran yang tidak hanya sekadar entertaining tetapi berbobot. Seperti mie instan, boleh dikonsumsi, tapi tidak hanya sekadar kenyang," imbuhnya.

Selain di Museum House of Sampoerna, 'Mie Kirin Indonesia' juga akan digelar di Perpustakaan C20 Surabaya, 12 Maret 2016 dan di Mini Gigs, 13 Maret.

"Kami akan menampilkan suatu karya seni yang tidak hanya gurih secara visual, tetapi kami mempunyai kejelian dalam gagasan didalam setiap karya seni," tegas Arga Aditya.

Penulis: Monica Felicitas
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help