Properti

Sektor Properti Semakin Percaya Diri, Suku Bunga Turun, Pertumbuhan Dipacu Hingga 30 Persen

#SURABAYA - Pasar properti terus tumbuh seiring dengan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia sebanyak dua kali dalam setahun.

Sektor Properti Semakin Percaya Diri, Suku Bunga Turun, Pertumbuhan Dipacu Hingga 30 Persen
surya/sugiharto
Salah satu perumahan di kawasan Gayungsari, Surabaya yang dibangun pengembang. Keterbatasan lahan menjadi salah satu faktor mahalnya harga rumah di Surabaya. Meski demikian, pasar properti terus tumbuh. 

SURYA.co.id I SURABAYA - Direktur Utama PT Kertabakti Raharja, Sonny Wibisono melihat pertumbuhan sektor properti tahun ini sangat baik.

Ada sejumlah indikator untuk menilai itu. Salah satunya penurunan suku bunga acuan BI Rate sebesar 0,25 persen beberapa waktu lalu.

Potensi pasar properti semakin bagus setelah suku bunga turun lagi sebesar 25 persen basis poin, menjadi 7 persen. "(Sekarang, red) Pertumbuhannya (sektor properti, red) bisa sampai 30 persen dibanding tahun lalu," kata Sonny.

Apabila situasi global semakin membaik, maka ia optimis peluang penurunan suku bunga acuan lebih lanjut.

Ini disebabkan kredit pemilikan rumah (KPR) sensitif terhadap perubahan BI Rate, dengan tren penurunan suku bunga ini seharusnya sektor properti cukup diuntungkan.

Sementara, bank juga mulai menangkap peluang pertumbuhan sektor properti ini. Lihat saja Bank OCBC NISP yang baru saja meluncurkan produk KPR Kendali. Produk ini merupakan fasilitas kredit properti yang dibundling dengan rekening tabungan nasabah.

KPR Kendali Bank OCBC NISP ini memiliki skema pembiayaan yang fleksibel karena 80 persen saldo akhir tabungan nasabah dapat diperhitungkan untuk meringankan bunga kredit pada hari tersebut.

Semakin besar saldo tabungan, semakin ringan bunga kredit yang akan dibayarkan oleh nasabah.

"Semakin besar saldo tabungan juga dapat mempengaruhi berkurangnya jangka waktu KPR. Sehingga, dengan angsuran bulanan yang sama, pinjaman dapat lunas lebih cepat," kata Veronika Susanti, Secured Loan Division Head Bank OCBC NISP dalam keterangan persnya, Selasa.

Fasilitas KPR Kendali Bank OCBC NISP dapat digunakan untuk pembiayaan pembelian rumah, apartemen, tanah, kios dan ruko.

Selain itu produk ini juga dapat digunakan untuk keperluan refinancing atau kredit multiguna.

OCBC NISP sendiri pada tahun 2015 lalu telah menyalurkan KPR senilai Rp 11 triliun dengan non performing loan (NPL) di bawah satu persen.

Tahun ini, mereka menargetkan pertumbuhan KPR sekitar 12 persen menjadi Rp 12 triliun. Adapun suku bunga reguler yang ditetapkan saat ini 9 persen dan floating atau tetap sekitar 12 persen.

Penulis: M Taufik
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help