Liputan Khusus SMK Mini

SMK Mini Bentukan Pemprov Jatim, Paling Banyak di Daerah Tapal Kuda

Pada 2015 lalu, Pemprov Jatim kembali membentuk 80 SMK Mini di beberapa daerah.

SMK Mini Bentukan Pemprov Jatim, Paling Banyak di Daerah Tapal Kuda
surya/sulvi sofiana
Gubenur Jatim, Soekarwo memberikan penjelasan terkait SMK Mini, Kamis (21/1/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - SMK Mini merupakan program yang diluncurkan Gubernur Jatim, Soekarwo.

Program ini mulai dilaksanakan pada 2014, untuk mencetak tenaga kerja terampil dan peluang usaha baru dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di Jawa Timur.

Program SMK Mini diprioritaskan di lingkungan pondok pesantren (ponpes) yang lokasinya terpencil.

Selain itu, pembentukan SMK Mini dapat menciptakan peluang usaha baru yang menumbuhkan perekonomian di lingkungan ponpes.

Model SMK Mini lebih pada pemberian pelatihan dunia kerja.

Ada beberapa jenis pelatihan usaha kerja di SMK Mini, disesuaikan potensi lokal. Mulai batik, konveksi, jaringan komputer, produk olahan, dan sebagainya.

Program pelatihan SMK Mini hanya enam bulan untuk sekali angkatan.
Pelaksanaannya menggandeng dunia usaha dan dunia industri serta tenaga profesional sebagai pelatih.

Pengembangan SMK Mini menggunakan dana hibah dari Pemprov Jatim.

Tiap SMK Mini mendapatkan dana bantuan Rp 250 juta. Dana ini tidak boleh untuk pembangunan fisik.

Alokasi dana digunakan untuk pengembangan pelatihan produksi (maksimal 70 persen); honor, transportasi, sertifikasi, konsolidasi, dan pelaporan online (maksimal 10 persen), tindak lanjut monitoring dan mendorong masyarakat menjadi pelaku produksi (10 persen), pengukuran dan pengembangan (10 persen).

Halaman
12
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help