Citizen Reporter

Lowongan Travel Writer, Profesi Mahal dan Menggiurkan Ini Masih Dilirik Sedikit Orang

modalnya hanya menajamkan kemampuan menulis dan memotret... maka, kau bisa mengisi lowongan yang baru diminati sedikit orang ini...

Lowongan Travel Writer, Profesi Mahal dan Menggiurkan Ini Masih Dilirik Sedikit Orang
istimewa
ilustrasi 

Reportase : Sandi Iswahyudi
Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Peternakan di Universitas Muhammadiyah Malang
fb.com/sandi iswahyudi

 

Ngebloglah selagi muda dan single... karena kau tak akan pernah tahu kemana blog akan membawamu pergi....

 

TULISAN Teguh Sudarisman (48) itu saya kutip karena kekuatan tenaga yang ada di dalamnya. Tulisan itu pula yang mendorong saya melakukan wawancara online dengannya. 

Sederet profesi menambah panjang  nama blogger/travel writer ini. Editor in chief Kalstar Inflight Magazine, founder penulis pengelana, penulis buku Travel Writer Diaries 1.0, dan editor in chief TGIF! Majalah di ranah wisata.

Berkat komitmennya ngeblog dan konsisten menulis artikel perjalanan untuk dikirim ke sejumlah media cetak, mengantar Teguh Sudarisman keliling ke berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara, secara gratis.

Sejak 2009, sosoknya terlihat wira-wiri di sejumlah acara kepenulisan travel writer sebagai pemateri. Dari Banda Aceh hingga Jayapura.

Profesi yang tak pernah dibayangkan bakal disandangnya sekarang. Profesi yang mahal dan menggiurkan, sebut pria kelahiran 27 Juni 1968 itu saat mengisi workshop Make Money From Travel Writer and Blogging di Habitat Hyarta, Yogyakarta, medio Desember 2015.

Betapa tidak, dari profesi ini, alumnus jurusan teknik kimia di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu bisa cuma-cuma mencicipi wisata kelas dunia yang muskil dinikmatinya sebagai manusia biasa.

Resort mewah di Pulau Moyo yang pernah dikunjungi Lady Diana dari Inggris adalah contohnya. Resort dengan harga inap Rp 23,1 juta per malam itu telah dinikmatinya secara prodeo berkat kepiawaiannya menulis artikel wisata.

Teguh juga menjabarkan keuntungan lain dari profesi travel writer. yakni menjadi perpanjangan tangan sebuah produk. Delapan halaman majalah pernah diisinya dengan tulisan gerabah yang menjadi teman perjalanan penumpang maskapai Batik Air.

"Bayangkan kalau pengusaha gerabah harus berpromosi sendiri. Setidaknya harus mengeluarkan dana Rp 250 juta! Namun, di tangan travel writer, ia tak mengeluarkan uang sepeser pun, malah mendapat keuntungan besar," banding Teguh.

Peluang besar juga bakal menghampiri travel writer dengan kesempatan besar menikmati jalan-jalan gratis keliling dunia, mendapat fasilitas khusus, menjadi terkenal, dan penghasilan.

Intip saja tulisan Teguh Sudarisman di blognya, TGIFmag.com dan nikmati reportasenya menjelajahi tempat wisata, hotel,  resort mewah di Indonesia hingga mancanegara.

Dua kali bertemu dengannya, di Jakarta dan di Yogyakarta, terasa sungguh kedalaman pengalaman menulis ayah dua anak -Mayumi Luvena (8) dan Mayuri Lunetta (10 bulan)- dari perkawinannya dengan Helennor Otaza Lasco, perempuan asal Filipina ini.

 

Satu Paket

Kendati Teguh baru memulai menulis usai lulus dari Undip Semarang medio 1993 silam. Disiplin dan tekun mengawalnya menjadi penulis mumpuni. Memotret pun dimulai bersamaan dengan ketekunannya menulis, karena menulis dan memotret adalah satu paket.

"Siapapun bisa menulis, tinggal belajar saja dengan tekun," yakin Teguh yang mengaku telat menikmati hobi naik gunung ini.

Teguh pun meyakini, travel writer bisa menjadi profesi menjanjikan yang bisa dimasuki semua orang, semua kalangan.

"Dari tulisan mereka inilah pariwisata Indonesia bisa dibangkitkan. Mereka tak hanya mempromosikan wisata, tapi juga kuliner hingga produk-produk kreatif lainnya," jabarnya.

Teguh pun menambahkan, “yang jelas profesi travel writer ini masih sedikit di Indonesia.”

 


 

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved