Properti

Deputi Bank Indonesia Sebut Harga Apartemen di Surabaya Tahun 2016 Terjangkau, Ini Alasannya

#SURABAYA - Harga properti di Surabaya akan lebih terjangkau di kantong kita. Ini alasannya...

Deputi Bank Indonesia Sebut Harga Apartemen di Surabaya Tahun 2016 Terjangkau, Ini Alasannya
istimewa
Manejemen 88Aveneu menyaksikan maket apartemen yang berlokasi di Jl Darmo Permai III Kav 88 Surabaya dalam saat Groundbreaking, Sabtu (30/1/2016). 

SURYA.co.id I SURABAYA - Harga properti di Surabaya diprediksi bakal semakin terjangkau hingga akhir tahun 2016. Ini terlihat dari hasil hasil survei harga properti residensial (SHPR) Primer 1 dan Sekunder 2 yang memperlihatkan harga properti masih relatif stabil hingga triwulan IV-2016.

Syarifuddin Bassara, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur menyampaikan, perkembangan Indikator Harga Properti Residensial (IHPR) Pasar Primer mencatatkan perlambatan pertumbuhan pada level 0,9 persen jika dibandingkan pada triwulan sebelumnya.

"Begitu juga dengan properti sekunder yang menunjukkan kenaikan sebesar 0,67 persen (qtq)," kata Syarifuddin Bassara melalui keterangan resminya, Selasa (16/2/2016).

Dijelaskan, rasio harga rumah (primer) terhadap UMK (upah minimum kabupaten/kota), untuk mengukur daya beli masyarakat Kota Surabaya terhadap sektor properti, berada pada level 32,53 kali UMK.

Hal ini mengindikasikan daya beli masyarakat (khususnya kalangan menengah ke bawah) terhadap properti di Surabaya dan sekitarnya mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu pada level 36,02 kali UMK.

“Daya beli juga didukung dengan turunnya rata-rata suku bunga KPR dari 11,4 persen menjadi 11,2 persen,” lanjut Syaifuddin Bassara.

Kenaikan harga properti primer didorong oleh laju pertumbuhan bangunan. Dan kenaikan harga bangunan masih menjadi penyebab terbesar. Berbeda dengan properti sekunder, peningkatan harganya dominan disebabkan kenaikan harga tanah.

Kenaikan harga properti primer utamanya didorong oleh kenaikan pada rumah tipe menengah.

"Rumah tipe menengah (lebih dari 36 m2 sampai 70 m2) menyumbang kenaikan sebesar 1,08 persen (qtq), sedangkan rumah tipe kecil ( di bawah 36 m2) dan rumah tipe besar ( di atas 70 m2) masing-masing menyumbang kenaikan 0,91 persen (qtq) dan 0,61 persen (qtq)," paparnya.

Pada triwulan I-2016, harga rumah diprediksi mengalami kenaikan sebesar 0,6 persen (qtq) dipengaruhi oleh perubahan harga rumah tipe kecil (1,53 persen), tipe menengah (0,30 persen).

Halaman
12
Penulis: M Taufik
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help