Citizen Reporter

Menulis Itu Senjatanya Santri Ulul Albab Lumajang

santri di pesantren ini memang kreatif... selain mengkaji kitab kuning, mereka juga menajamkan pena lewat mading hingga buletin pesantren...

Menulis Itu Senjatanya Santri Ulul Albab Lumajang
www
ilustrasi 

Reportase : M Hesim Azhari
Santri Pondok Pesantren Ulul Albab Candipuro, Lumajang/Pemimpin Redaksi Buletin Ulul Albab (BUA)
fb.com/m hasyim azhari

MENULIS merupakan implementasi dari perasaan, pikiran, dan emosi seseorang. Menulis bisa dijadikan sebagai media pelampiasan rasa senang, gembira, sedih, dan sebagainya.

Menulis merupakan pekerjaan abadi, karena dengan menulis seseorang akan tetap diingat dan dikenang. Masih banyak lagi hal-hal positif yang dapat diraih lewat tulisan.

Sebagai santri menulis atau mencatat merupakan keharusan karena menulis adalah senjatanya santri. Maka menulislah! Apapun itu, intinya berbasis keilmuan dan pengetahuan agar ilmu itu tak lari sia-sia begitu saja. Sebab ilmu itu ibarat binatang buruan, agar binatang buruan tersebut tidak lari, ikatlah dengan tulisan.

Kelahiran Buletin Ulul Albab (BUA) di bawah naungan UA Publishing di Pondok Pesantren Ulul Albab Candipuro, Lumajang adalah salah satu bukti. Dibidani Gus Imdad Fahmi Azizi, BUA lahir 1 Muharram 1436 H untuk mengakomodasi minat dan bakat para santri di jagat tulis menulis.

Kendala dan hambatan, dari segi manajemen, pendanaan, dan lain-lain mewarnai awal berdirinya BUA yang memiliki delapan halaman itu.

Namun, buletin ini akhirnya hadir menjadi  sesuatu yang paling ditunggu-tunggu kehadirannya oleh para santri. Meski terbit hanya sebulan dua kali, BUA yang menjadi media santri tak pelak selalu menjadi bahan rebutan para santri ketika disebarkan.

Wajar, selain mading pesantren, BUA merupakan wadah apresiasi santri satu-satunya di Pondok Pesantren Ulul Albab ini. Santri semangat mengirim karyanya, baik itu puisi dan pantun. “Kehadiran BUA memicu santri lebih semangat menulis meski itu baru puisi,” tutur Achmad Bibit Julianto, santri asal Sumberwuluh, Candipuro.

Redaksi BUA mempunyai cara tersendiri memancing semangat para santri untuk menulis dan mengirimkannya karyanya, yakni dengan memberikan hadiah bagi santri yang tulisannya menjadi yang terbaik di setiap edisinya.

Kegiatan semacam ini sangat baik bagi santri dan pesantren, walaupun BUA dibaca sebatas kalangan pesantren saja, tetapi itu sudah cukup menjadi modal percaya diri, berani berpendapat, dan berkarya.

 

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help