Citizen Reporter

Ke Singapura? Pastikan Rokok, Durian, dan Permen Karet Tak Ada dalam Bagasi Anda!

pertama kalinya ke Singapura... rokok, durian, dan permen karet masuk dalam daftar cekal di sana... jadi, waspadalah agar tak kena denda!

Ke Singapura? Pastikan Rokok, Durian, dan Permen Karet Tak Ada dalam Bagasi Anda!
www
permen karet 

Reportase : Ninda Sintyah Rachmawati
Mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika di IKIP PGRI Bojonegoro

MENDENGAR sebutan Negara 1001 Denda, pasti pikiran akan langsung tertuju pada Negara dengan ikon patung merlion. Ya, Singapura.

Negara dengan luasan mungil di Asia Tenggara ini tak kalah hebatnya dengan negara-negara besar lainnya dalam hal peraturan dan tata tertib. Beruntung, kami bersembilan pemenang undian Inspira Book mendapat pengalaman liburan gratis ke Singapura selama tiga hari pada akhir Januari 2016 lalu.

Campus visit ke Nanyang Technological University, kampus tempat Merry Riana, perempuan sejuta dolar menempuh pendidikannya. Di Nanyang, kami bisa melihat juga merasakan bagaimana peraturan itu ditegakkan.
Peraturan pertama yang kami jumpai adalah hal sepele pada saat kami menaiki escalator. Kami wajib berdiri di sisi kiri, sementara sisi kanan lebih diperuntukkan bagi mereka yang berjalan dalam keadaan terburu-buru!

Pengalaman selanjutnya kami temui di Mass Rapid Transit atau MRT, moda kereta api terpadu Singapura. Biasanya akses MRT yang ada di pusat kota berada di bawah tanah. Untuk kawasan pinggiran, jalur MRT menggunakan akses kereta layang.

Peraturan umum yang ada pada MRT sama dengan peraturan ketika naik bus umum. Penumpang harusmenunggu di samping, di sebelah kanan atau kiri pintu dan dilarang keras berdiri di depan pintu MRT atau bus, untuk memberi jalan keluar terlebih dahulu bagi penumpang yang akan turun. Tunggu dulu sebentar, baru masuk.

Durian dan Permen Karet

Di dalam MRT sekali pandang saja kami langsung meliha tempat peraturan pokok dalam MRT. Denda 1.000 dolar Singapura akan dikenakan bagi mereka yang merokok di dalam MRT. Selain itu, penumpang dilarang makan dan minum di dalam MRT, jika melanggar dikenai denda 500 dolar Singapura. Dilarang juga membawa bahan-bahan yang mudah terbakar. Terakhir, penumpang dilarang membawa durian. Peraturan terakhir ini memang sangat unik. Berbeda dengan Indonesia, yang di manapun tempatnya durian tidak dipermasalahkan. Denda 5.000 dolar Singapura dikenakan bagi siapa saja yang melanggar peraturan nomor tiga dan empat.

Bagi yang belum pernah berkunjung ke Singapura tentu akan merasakan betapa beratnya hidup dengan segunung peraturan seperti itu. Namun, berbeda dengan warga Singapura yang tak menganggap hal tersebut sebagai peraturan lagi. Melainkan sebagai kebiasaan yang menjadi pedoman dalam hidup keseharian mereka.

Peraturan lain diterapkan bagi para penggemar permen karet. Jangan kaget bila tak ada satu pun toko yang menjual permen karet di sana. Peraturan di Singapura memang melarang siapapun memproduksi dan menjual permen karet. Alasannya sepele, sampah lengket permen karet akan dibuang di sembarang tempat. Di bus, MRT, di taman-taman, atau tempat lainnya. Itu akan sangat kotor dan menjijikan.

Maklum, Singapura terkenal karena kebersihannya hampir di seantero negara. Mereka sangat menjaga kebersihan. Larangan sangat keras bagi mereka yang membuang sampah sembarangan.

Di samping permen karet, larangan keras ditujukan untuk para pecandu rokok. Tak semua tempat umum di Singapura bebas untuk para perokok Jika tak patuh, sudah pasti uang di dompet akan segera pindah dengan paksa. Dan itu tidak dalam jumlah sedikit. Masih seabrek peraturan yang lebih seru dan unik. Toh tak mengurangi keasyikan kami mengunjungi Singapura.

Untuk Indonesia tercinta, kami yakin Indonesia bisa lebih dari itu. Tentu sangat indah jika Indonesia juga bisa tertib dan rapi seperti Singapura, selama kesadaran setiap individu sangatlah tinggi.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help