Berita Surabaya

Sepanjang 334 Kilometer Sudah Beraspal, Jalur Lintas Selatan Hampir Rampung

Kepala Dinas PU Bina Marga Pemprov Jatim Supaad mengatakan, total panjang JLS yang melintasi wilayah Jatim panjangnya mencapai 673,872 kilometer.

Penulis: Mujib Anwar | Editor: Parmin
foto: Antaranews.com
Jalur litas selatan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebentar lagi masyarakat Jatim dapat menikmati jalur lintas selatan (JLS). Pasalnya, sampai ini jalan menghubungkan delapan daerah di wilayah selatan Jatim, mulai Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, hingga Banyuwangi tersebut hampir rampung.

Kepala Dinas PU Bina Marga Pemprov Jatim Supaad mengatakan, total panjang JLS yang melintasi wilayah Jatim panjangnya mencapai 673,872 kilometer. Dari jumlah itu 553,274 kilometer lahan sudah berhasil dibuka dan dibersihkan.

"Dari yang sudah dibuka untuk umum tersebut, 334,490 kilometer jalannya sudah diaspal, dan 33,225 kilometer lainnya bahkan dicor dengan semen atau rigid," ujarnya, Senin (8/2/2016).

Sementara untuk 363,990 kilometer lainnya, kondisi jalannya, sudah berstatus lapis pond dan sudah dapat dilewati kendaraan. Guna menghubungkan ratusan kilometer JLS di delapan daerah itu, telah dibangun 77 buah jembatan yang panjangnya mencapai 4,346 kilometer.

"Nah, saat ini 83 persen akses jalan lintas selatan di Jatim sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," tegas Supaad.

Untuk 17 persen sisanya, hingga kini belum bisa dimanfaatkan sebagai akses jalan, karena masih menunggu pembukaan lahan dan pembuatan jembatan.

Dikatakan Supaad, pembangunan JLS sudah dicanangkan sejak tahun 2002 lalu. Selama 14 tahun hingga 2015, pemerintah telah mengucurkan anggaran Rp 2,423 triliun untuk pembangunan infrastruktur jalan.

Rinciannya, anggaran APBN sebesar Rp 1,698 triliun, APBD Provinsi Jatim mencapai Rp 625 miliar, dan anggaran APBD kabupaten/kota Rp 100 miliar.

Kepala Bidang Peningkatan Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga Jatim Abduh M Mattaliti menambahkan, tahun 2016 ini untuk sementara waktu Pemprov tidak menganggarkan dana untuk melanjutkan pembangunan fisik JLS.

"Kondisi ekonomi yang sedang sulit dan turunnya pendapatan asli daerah (PAD) jadi pertimbangan kami," terangnya.

Namun, karena JLS merupakan proyek pemerintah pusat, maka untuk pembangunan fisiknya akan tetap dilanjutkan dengan alokasi anggaran dari APBN.

"Semoga APBN yang dikucurkan besar, agar bisa mempercepat penyelesaian pembangunan titik JLS yang belum dikerjakan," pungkas Abduh.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved