Berita Surabaya

Niko Wiradinata, Pengusaha Muda, 5 Semester Hanya Lulus 5 Mata Kuliah

“Untungnya saya mendapat support dari mama, dan dari seorang teman kuliah saya. Setelah terpuruk lima semester, saya mulai bangkit di semester enam. H

Niko Wiradinata, Pengusaha Muda,  5 Semester Hanya Lulus 5 Mata Kuliah
Surya/M Taufik
Niko Wiradinata, Pengusaha Muda Peraih Sejumlah Penghargaan 

SURYA.co.id |SURABAYA - Di usianya yang baru menginjak 29 tahun, Niko Wiradinata sudah meraih sejumlah penghargaan prestisius.

Niko Wiradinata, pemuda 29 tahun yang sukses meraih sejumlah penghargaan berkat keberhasilannya mengembangkan usaha di bidang IT ternyata tidak pernah sekolah IT. Bahkan, saat kuliah dia hampir tidak lulus gara-gara kurang serius belajar.

Niko kuliah di Universitas Katolik Widya Mandala. Dari semester 1 hingga semester 5, anak pertama dari dua bersaudara yang tinggal di Darmo Permai Surabaya ini seperti asal-asalan menjalani kuliahnya.

Hampir semua mata kuliah nilainya jeblok. Lima semester, mahasiswa jurusan menejemen ini hanya lulus 5 mata kuliah.

“Untungnya saya mendapat support dari mama, dan dari seorang teman kuliah saya. Setelah terpuruk lima semester, saya mulai bangkit di semester enam. Hingga akhirnya saya bisa lulus kuliah, meski telat,” ujar Niko saat ditemui Surya, awal pekan kemarin.

Memasuki semester 6, Niko muda bangkit. Selain mulai belajar IT dari sebuah buku yang dibeli Rp 21.000 hingga membawanya sukses di bidang IT, ketika itu dia juga harus belajar mati-matian untuk mengejar ketertinggalannya di kampus.

Meskipun sedikit telat, dirinya berhasil lulus dengan nilai memuaskan. Bahkan, pemuda yang menggemari binaraga ini sempat dipercaya menjadi asisten dosen di kampusnya.

Selepas kuliah, dia mulai menggeluti dunia IT yang dipelajarinya. Tapi karena pendapatannya belum bisa untuk memenuhi kebutuhan, Niko juga bekerja di sebuah perusahaan swasta di Surabaya.

Dia juga nyambi jadi konsultan menejemen ritel, bermodal ilmu menejemen yang dipelajarinya di kampus.

Sementara di perusahaan swasta yang diikutinya, Niko mendapat job sebagai marketing. Dia harus keliling ke berbagai daerah, sampai ke Pasuruan dan Malang menggunakan motor butut miliknya, untuk memasarkan sejumlah barang seperti wafer, sikat gigi, sampo, dan berbagai kebutuhan rumah tangga lain.

Halaman
12
Penulis: M Taufik
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved