Properti

Apartemen Bale Hinggil Berkapasitas 2.000 Unit Telan Dana Rp 1,2 Triliun

#SURABAYA - Nilai kontraknya mencapai Rp 600 miliar. Rinciannya, Rp 360 miliar untuk tower A dan B, Rp 240 miliar untuk tower C dan D.

Apartemen Bale Hinggil Berkapasitas 2.000 Unit Telan Dana Rp 1,2 Triliun
sugiharto
Dari kiri ke kanan, Dirut Bale Hinggil, Ir Hengky Budi, Direktur pemasaran, Donny Nugroho, Direktur Tata Kelola Harminis, Atria Mexco Laksono, Direktur PT Berkat Siti Gumilang, Gumilang Rakasiwi dan Project Manager PT Wika Gedung, M Yusuf berdialog usai melakukan topping off Apartemen Bale Hinggil, Kamis (28/1/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Melihat besarnya potensi bisnis apartemen di Surabaya, PT Tlatah Gema Anugrah berani mengucurkan dana sebesar Rp 1,2 triliun untuk membangun Apartemen Bale Hinggil.

Hunian vertikal berkapasitas 2.000 unit itu dibangun di kawasan MERR IIC Surabaya.

Kontruksi proyek apartemen yang dikerjakan oleh PT Wika Gedung tersebut ditarget selesai akhir
tahun 2016. Saat ini, pengerjaan konstruksi sudah mencapai 70 persen, sedangkan 30 persen sisanya tinggal finishing.

“Konstruksi berat pengerjaannya sudah selesai semua, tinggal penyelesaian akhir. September nanti hunian ini sudah bisa diserahterimakan ke pembeli,” kata Mochamad Yusuf, Project Manager PT Wika Gedung di sela acara topping Off Tower A Bale Hinggil, Kamis (28/1/2016).

Dalam pengerjaan kontruksi, nilai kontraknya mencapai Rp 600 miliar. Rinciannya, Rp 360 miliar untuk tower A dan B, Rp 240 miliar untuk tower C dan D.

Dalam pengerjaannya, 17 persen bahan bakunya harus impor. Akibatnya, saat nilai tukar rupiah melemah, anggaran proyek pun mengalami pembengkakan hingga kisaran Rp 100 miliar.

Agar tidak ada pembengkakan lagi, Yusuf menegaskan pihaknya bakal menyelesaikan proyek dengan cepat.

Di sisi lain, penjualan terhadap unit hunian ini ternyata laku keras. Hengky Budhiarto, Direktur Utama Apartemen Bale Hinggil menyampaikan bahwa dari 2000 unit hunian yang dipasarkan, sebanyak 80 persen telah terjual. Sisanya, ditarget habis terjual sepanjang tahun 2016.

“Karena laku keras, sehingga kami tidak merasa rugi sama sekali dengan nilai investasi sebesar Rp 1,2 triliun tersebut,” kata dia.

Disampaikan Hengky, setelah ini pihaknya menyiapkan pembangunan tower C dan D. Direncanakan, pembangunan dimulai pertengahan Maret 2016. “Tower ini akan berisi 1000 unit, tetapi konsep bangunannya lebih rendah dari tower A dan B. Sehingga, penghuni tower A dan B tidak akan kehilangan pemandangannya,” ujarnya

Penulis: M Taufik
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help