Properti

Bisnis Properti Lesu, Penjualan Cat Juga Merosot 10-20 Persen

@portalSURYA - Konsumsi cat dalam negeri sepanjang tahun kemarin juga menurun hingga 10-20 persen, termasuk di Jawa Timur.

Bisnis Properti Lesu, Penjualan Cat Juga Merosot 10-20 Persen
SURYA.co.id/M Taufik
Yuwono Imanto, Marketing Director PT Propan Raya memberi penjelasan kepada seorang peserta di sela acara Knoladge Sharing dan Gathering Dinner bersama para arsitek di Surabaya, Selasa (1/12). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Ketika perekonomian lesu dan berdampak pada perlambatan industri, properti, serta sejumlah sektor, penjualan cat juga ikut terseret.

Konsumsi cat dalam negeri sepanjang tahun kemarin juga menurun hingga 10-20 persen, termasuk di Jawa Timur.

“Tapi untuk tahun kami kami melihat cukup bagus peluangnya. Kami bisa menaksir bakal ada pertumbuhan sekitar 5-7 persen, karena industry, proyek pembangunan dan perekonomian juga sudah mulai membaik,” ungkap Agus Dwi Purnama, East Asia Product and Sales Manager Senior Manager II PT Propan Raya ICC, Selasa (26/1/2016).

Propan merupakan salah satu produsen cat terbesar di Indonesia. Kapasitas total produknya mencapai 70.000 matrik ton per tahun. Sementara dari pabrik di Vietnam bisa memproduksi 350 ton per bulan, dan pabrik di Malaysia memproduksi 100 ton per bulan.

“Hasil produksi di Indonesia, 90 persen untuk pasar domestik. Dan 10 persen sisanya baru ekspor, termasuk ke Brunei, Singapura, Piliphina dan beberapa negara lain,” papar Agus.

Pangsa pasar utama Propan adalah kayu. Di segmen ini, perusahaan tersebut menjadi market leader industry cat dalam negeri. “Termasuk di Jawa Timur, pasar terbesar kami masih fokus di kayu,” tandasnya.

Tentang pasar, perusahaan yang memiliki 19 cabang di Indonesia ini paling banyak serapan pasarnya ada di sektor ritel yang mencapai 40 persen. Disusul sektor industry sebanyak 30 persen, dan pasar untuk proyek-proyek pembangunan mencapai 20 persen. Sisanya adalah pasar untuk kapal, industri kreatif dan beberapa sektor lain.

Kelas cat yang dipasarkan Propan, lebih banyak pada kelas menengah ke atas. Termasuk di Jawa Timur, cat kelas ini lebih banyak laku di pasaran, serta di sejumlah proyek properti dan industri.

Khususnya industri kayu dan permebelan. Karena itulah, kondisi di sektor-sektor ini sangat berpengaruh terhadpa penjualan cat hasil produksi Propan.

Penulis: M Taufik
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved