Kepulangan Eks Gafatar

25 Mantan Gafatar Dijemput Pemkab dan Pemkot Madiun

“Sebanyak 25 warga mantan anggota Gafatar asal Kabupaten Madiun kami jemput di Wisma Transito Surabaya,”kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik Dala

25 Mantan Gafatar Dijemput Pemkab dan Pemkot Madiun
SURYA.co.id/Habibur Rohman

SURYA.co.id | MADIUN - Jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, melakukan penjemputan mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang saat ini ditempatkan di Wisma Transito Surabaya, Senin (25/1).

Penjemputan jajaran Pemkab dan Pemkot Madiun ini setelah
Wakil Gubernur (Wagub) Jatim Saifullah Yusuf meminta kepada 19 pemerintah daerah agar melakukan penjemputan kepada warganya masing masing.

“Sebanyak 25 warga mantan anggota Gafatar asal Kabupaten Madiun kami jemput di Wisma Transito Surabaya,”kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Pemkab Madiun Agus Budi Wahyono, Senin (25/1).

Dikatakan Agus Budi, awalnya permintaan Wagub kepada pemerintah daerah (Pemda) agar dilakukan penjemputan Selasa (26/1), tapi karena kedatangan mantan anggota Gafatar itu lebih awal, maka Senin (25/1) pagi, jajaran Pemkab Madiun sudah langsung berangkat ke Surabaya.

Begitu juga dengan pejabat penjemput dari Pemkot Madiun. Kedua pemerintah daerah Madiun itu selain sudah menyiapkan tim penjemput juga sejumlah bus untuk mengangkut warganya itu.

"Setelah dilakukan penjemputan, mereka dibawa ke Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Madiun untuk diterima Bupati Madiun. Unsur Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), MUI dan tokoh masyarakat lainnya," katanya.

Kepulangan ke desa asal, tambah Agus Budi, dikoordinasikan masing-masing bersama Camat, Polsek dan Koramil setempat untuk mengantar hingga ke tempat asal mereka.

"Beruntung, mantan anggota Gafatar asal Kabupaten Madiun mayoritas masih memiliki keluarga maupun tempat tinggal, sehingga tidak menyulitkan pengembalian ke tempat asalnya,"kata Agus Budi.

Sementara Kepala Bakesbangpol Bambang Subanto dan Kepala Dinsosnakertrans Kota Madiun Suyoto HW , merasa tidak ada kesulitan dengan permintaan Wagub agar melakukan penjemputan warganyan di Wisma Transiti Surabaya itu, pasalnya warga Kota Madiun mantan anggota Gafatar hanya berjumlah 8 orang

“Terdata jumlah warga ada 8 orang, sebenarnya satu orang sudah pindah ke Kabupaten Madiun, satu orang lagi meski bersuamikan orang Kota Madiun, tapi belum pindah,”kata Bambang Subianto kepada Surya, Senin (25/1).

Menurut Kepala Dinsosnakertrans Kota Madiun Suyoto HW, yang menjadi masalah di Pemkot Madiun dari ke delapan warga itu, satu keluarga saat ini sudah tidak memiliki tempat tinggal.

Satu keluarga itu terdiri dari Agus Prihadianto (Kepala Keluarga/KK), Wahyu Febrianan Lestari (istri) dan 2 anaknya yaitu Faiz Tahara dan Unsya Syakiraw.

"Saat ini Pemkot Madiun masih melakukan koordinasi dengan satuan kerja terkait. Kemudian hasilnya kami sampaikan kepada Pak Walikota,"kata Suyoto.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved