Berita Surabaya

Napak Tilas Perjuangan M Jasin, Start dari Madiun Finis di Surabaya, Libatkan 1.700 Personel

Perjalanan ini dibagi dalam 50 etape atau tempat pemberhentian. Setiap etape diikuti sekitar 30 orang.

Napak Tilas Perjuangan M Jasin, Start dari Madiun Finis di Surabaya, Libatkan 1.700 Personel
surya/habibur rohman
NAPAK TILAS M YASIN - Robongan Napak Tilas Komjen Pol (purn) M Yasin estafet pergantian personel di pintu masuk Kota Surabaya Area Bundaran Waru (Cito), Kamis (21/1/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Rubiyanti Jasin berusaha menahan air matanya agar tidak membasahi pipinya saat prosesi penyambutan peserta tapak tilas Komjen Pol M Jasin di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (21/1/2016) sore.

Dia merasa bapaknya berada di tengah-tengah pasukan yang terdiri dari polisi, TNI, dan komunitas pecinta sejarah.

Tapak tilas perjuangan M Jasin dimulai dari Madiun dan finish di Mapolrestabes Surabaya. Perjalanan yang menempuh jarak sekitar 330 kilometer (KM) ini melibatkan 1.700 orang. Peserta singgah di beberapa kota, seperti Nganjuk, Kediri, Malang, Pasuruan, Sidoarjo, dan Surabaya.

Perjalanan ini dibagi dalam 50 etape atau tempat pemberhentian. Setiap etape diikuti sekitar 30 orang.

Rubiyanti mengaku tidak ingat apa saja yang pernah dilakukan bapaknya pada masa perjuangan kemerdekaan. Sulung dari empat saudara ini masih berusia empat tahun saat M Jasin dan pasukannya berjuang mempertahankan kemerdekaan.

“Saya hanya ingat sedikit. Saya ingat, kami pernah melewati jurang,” kata Rubiyanti.

Makanya dia sangat terharu melihat peserta tapak tilas masuk halaman Mapolrestabes. Pikirannya berusaha mengenang masa perjuangan lalu. Rubiyanti kecil juga ikut berjalan kaki menyusuri jalan terjal. Bila merasa capek, M Jasin atau istrinya, Siti Aliyah Kessing yang akan menggendong Rubiyanti kecil.

“Bapak itu sangat gigih, lurus, dan berani,” tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan Brigjend Pol Luhut Panjaitan. Jenderal berpangkat satu bintang itu mengaku mendampingi M Jasin sejak 1983 sampai akhir hayatnya pada 7 April 2013. Bahkan Luhut pula yang selalu membersihkan sepatu M Jasin.

Dia menilai tapak tilas yang butuh waktu 68 jam ini masih belum merepresentasikan seluruh perjuangan M Jasin.

Luhut mengaku pernah mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo agar tapak tilas itu digelar setiap tahun. Luhut juga usul agar rute tapak tilas dimulai dari Sabang sampai Merauke.

“Perjuangan menjadi pahlawan nasionalnya juga banyak menemui hambatan. Sekarang M Jasin telah menjadi pahlawan nasional,” kata Luhut.

M Jasin lahir di Bau-bau, Suton, Sulawesi Tenggara (Sulteng) pada 9 Juni 1920. Dia meninggal dalam usia 92 tahun pada 3 Mei 2012 di RS Polri Kramat Jati dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada 4 Mei 2012.

M Jasin mendapat gelar pahlawan nasional pada November 2015, dan menjadi satu-satunya pahlawan nasional dari unsur polisi.

Penulis: Zainuddin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved