Kemenag Revisi Pelajaran Sejarah Nabi Muhammad SAW, Dominan tentang Perang

Sejarah Nabi Muhammad lebih menitikberatkan pada perang-perang, tapi aspek luas tentang sifat nabi yang amanah, jujur, sangat adil, belum banyak.

Kemenag Revisi Pelajaran Sejarah Nabi Muhammad SAW, Dominan tentang Perang
bbc
Majalah yang dikelola kelompok pendukung ISIS. Empat tahun lalu, temuan survei LAKIP terhadap pelajar SMP-SMA di 100 sekolah (59 swasta, 41 negeri) menunjukkan hampir 50% pelajar setuju dengan cara-cara kekerasan dalam menangani isu moralitas dan keagamaan . 

SURYA.co.id | JAKARTA - Kementerian Agama akan merivisi materi pelajaran sejarah Nabi Muhammad SAW di sekolah dasar dan menengah karena cenderung menonjolkan perannya dalam peperangan.

Sementara, sifat-sifatnya yang toleran dan mendukung perdamaian, kurang mendapat tempat.

Pejabat Kemenag mengatakan, upaya perbaikan ini tidak terlepas dari meningkatnya radikalisasi yang menjangkiti sebagian umat Islam di Indonesia.

Abdurrahman Masud dari Badan Penelitian Pengembangan dan Pendidikan Pelatihan Kementerian Agama mengatakan, selain menambahkan aspek humanis Nabi Muhammad, pihaknya juga akan memberikan latar belakang kenapa jalan perang yang ditempuhnya.

"Kajian kami menunjukkan bahwa sejarah Nabi Muhammad lebih menitikberatkan pada perang-perang, tapi aspek luas tentang sifat nabi yang amanah, jujur, sangat adil, humanis belum banyak di literatur, apalagi literatur di sekolah," kata Abdurrahman Masud kepada BBC Indonesia, Minggu (10/01) sore.

Kementerian Agama saat ini masih meneliti materi pelajaran pelajaran sejarah Nabi Muhammad yang diharapkan selesai pada tahun ini.

Menurutnya, peristiwa sejarah berupa peran Muhammad terkait aspek toleransi dan dukungannya kepada perdamaian sangat penting ditekankan pada situasi "dunia yang berkecamuk" seperti sekarang.

"Ada ajaran (Nabi Muhammad tentang nilai-nilai kemanusiaan) yang perlu ditekankan. Jika anak-anak tidak membaca (secara) komprehensif, bisa salah paham," katanya.

Abdurrahman tidak memungkiri kajian ulang terhadap materi sejarah Nabi Muhammad tidak terlepas dari meningkatnya radikalisasi yang menjangkiti sebagian umat Islam di Indonesia.

"Ideologi pemerintah 'kan ideologi kerukunan. Otomatis, bagaimana kita menangkal radikalisme, terorisme," katanya.

Halaman
123
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved