Berita Properti

Pabrik Semen Indonesia di Rembang Pakai Nama Semen Gresik, Ini Alasannya

Pabrik semen milik PT Semen Indonesia di Rembang dipastikan akan tetap menggunakan brand Semen Gresik.

Pabrik Semen Indonesia di Rembang Pakai Nama Semen Gresik, Ini Alasannya
SURYA.co.id/Sugiharto
Head of Enginering & Contruction Project, Heru Indra (kiri) menjelaskan perbedaan teknologi Pabrik Semen Gresik di Rembang, Jateng dengan pabrik semen lainnya, Rabu (13/1/2016). 

SURYA.co.id I SURABAYA - Pabrik semen milik PT Semen Indonesia di Rembang dipastikan akan tetap menggunakan brand Semen Gresik. Nama pabriknya memang Pabrik Semen Rembang, tapi semen yang diproduksi bakal tetap dengan brand Semen Gresik.

"Seperti di Tuban, brand-nya tetap Semen Gresik meskipun pabriknya adalah Pabrik Semen Tuban yang diproduksi di Tuban," ungkap Heru Indrawidjajanto, Head of Enginering and Construction, Proyek Rembang PT Semen Indonesia, di Rembang, Rabu (13/1/2016).

Dijelaskan, pabrik Rembang bakal memiliki kapasitas produksi sebanyak 3 juta ton per tahun. Pabrik semen berlabel BUMN (Badan Usaha Milik Negera) itu dibangun untuk menyuplai kebutuhan semen di wilayah Jawa Tengah, yang selama ini suplainya berasal dari pabrik Tuban.

Pabrik Rembang diperkirakan bakal mulai beroperasi awal 2016. Proyek pembangunannya sendiri, dijadwalkan rampung pada akhir 2016, yang dilanjutkan dengan proses produksi awal. “Akhir Maret atau awal Mei 2017, mulai mengeluarkan produk dalam kemasan sak,” lanjutnya.

Luas lahan untuk pabrik ini sekitar 57 hektar. Sedangkan area tambangnya mencapai kisaran 525 hektar yang diperhitungkan cukup untuk melakukan produksi selama 130 tahun.

Proyek pembangunan pabrik yang dimulai sejak Februari 2014 itu, sekarang sudah mencapai 81,26 persen. Sedikit di bawah target yang seharusnya sudah berada di posisi 81,65 persen.

Heru menyebut, keterlambatan ini akibat dari kondisi cuaca. Akhir 2015, intensitas hujan di Rembang mulai tinggi. Dan kondisi tersebut diperkirakan bakal terus berlanjut sampai Februari 2016. “Tapi sedikit keterlambatan itu akan bisa kami kejar setelah musim hujan reda. Kami sangat yakin,” jawabnya.

Tentang isu penolakan terharap pembangunan pabrik semen ini, disebutnya tidak berpengaruh terhadap proyek pembangunan. Tentang pro dan kontra di masyarakat itu dianggap hal yang lumrah. “Tapi sejauh ini tidak sampai mengganggu proyek yang sedang dikerjakan. Keterlambatan itu murni karena cuaca,” tandas Heru.

Proyek pembangunan Pabrik Rembang, masih kata Heru, juga didominasi tenaga kerja lokal. Disebutkan, tenaga kerja yang aktif di proyek hingga saat ini totalnya sebanyak 5.149 orang. Dari jumlah itu, 1.387 tenaga kerja berasal dari Rembang, 3.154 dari Jawa Tengah, dan sisanya sebanyak 1.995 orang berasal dari luar Jawa Tengah.

Penulis: M Taufik
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved