Berita Properti

Proyek Tiga Perusahaan Besar Ini Bukti Pasar Properti Surabaya Semakin Menyerupai Jakarta

pasar property di Surabaya sudah hampir menyamai Jakarta. Masyarakatnya sudah mulai open dan lebih cerdas dalam memilih hunian.

Proyek Tiga Perusahaan Besar Ini Bukti Pasar Properti Surabaya Semakin Menyerupai Jakarta
SURYA.co.id/Sugiharto
Aktivitas pembangunan apartemen Sipoa di Tambak Oso Sidoarjo, Selasa (12/1/2016) 

SURYA.co.id I SURABAYA - PT Lima Mandiri Propertindo atau Pro/Max, agen properti yang beroperasi di Surabaya dan Malang berhasil membukukan penjualan hingga Rp 1,2 triliun sepanjang tahun 2015.

Menurut Lucky, Managing Director Pro/Max angka itu menunjukkan bahwa antusias masyarakat Jawa Timur, terutama Surabaya tetap tinggi dalam berinvestasi di sektor properti.

"Di saat pasar properti sedang slow, omzet penjualan kami hanya sedikit di bawah target Rp 1,2 triliun. Ini sangat membanggakan," kata Lucky, Selasa (12/1/2016).

Angka ini sendiri bukan hanya berasal end user, tapi juga dari sejumlah investor. Mereka seolah lama tertidur, dan kini mulai bangun dan mengucurkan investasinya di bidang properti.

Dari capaian tersebut, kontribusi penjualan properti primer paling mendominasi, mencapai 70 persen. "Dan properti yang paling laris di Surabaya adalah hunian dengan harga pada kisaran Rp 500 juta," tandasnya.

Menurutnya, pasar property di Surabaya sudah hampir menyamai Jakarta. Masyarakatnya sudah mulai open dan lebih cerdas dalam memilih hunian.

Ini terbukti lewat penjualan landed home (perumahan konvensional) dengan high rise (apartemen), prosentasenya 50:50.

Sementara, di Jakarta sekarang sudah lebih modern, landed home dan high rise prosentasenya sudah 30:70.

"Sedangkan di Malang, masih seperti Surabaya pada tahun 1990-an. Masyarakatnya masih belum terbuka dalam membeli hunian, dan belum berani berinvestasi untuk jangka waktu lama di sektor properti," lanjut Lucky.

Agen properti yang beroperasi di Surabaya dan Malang ini menyebut, penjualan sepanjang tahun 2015 didapat dari pemasaran 3 proyek PP Properti, 8 proyek Sinar Mas Land, dan proyek properti Agung Podomoro Land.

Proyek-proyek dari tiga perusahaan terkemuka itu juga masih bakal menjadi andalan Pro/Max.di tahun 2016. Targetnya, omzet penjualan tahun ini meningkat 30 persen dibanding capaian tahun 2015.

Strateginya, perusahaan akan fokus terhadap produk yang dipasarkan, membuka rekrutmen marketing, dan menambah kantor pemasaran. Jika sebelumnya terhitung ada 3 kantor plus 7 kantor di Surabaya dan Malang, pada semester I-2016 dijadwalkan ada pembukaan tiga kantor baru lagi di Surabaya dan Sidoarjo.

Penulis: M Taufik
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help