Hukum Kriminal Surabaya

4 Bulan Kasus Pidana Advokat Hairanda Menggantung di Tingkat Banding

Mereka dilaporkan Juniwanti Sugihman atas tuduhan penganiayaan, pengeroyokan serta perusakan.

4 Bulan Kasus Pidana Advokat Hairanda Menggantung di Tingkat Banding
surya/adrianus adi
Sebanyak 98 orang dari berbagai kota di Jawa Timur mengikuti ujian advokat di Universitas Widyagama, Kota Malang, Sabtu (24/10/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Vonis selama 6 bulan penjara yang dijatuhkan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terhadap advokat Hairanda pada 2 September 2015 lalu, belum memiliki kekuatan hukum tetap.

Pihak Hairanda dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya sama-sama mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya.

Meski sudah empat bulan lebih, pihak PT belum mengeluarkan putusan. "Kita masih menunggu putusan dari PT," kata Jaksa Ahmad Jaya SH, Senin (11/1/2016).

Menurut Ahmad Jaya, pihaknya mengajukan banding karena putusan yang dijatuhkan tidak sesuai dengan tuntutan. Sebelumnya jaksa menuntut Hairanda dengan hukuman 18 bulan penjara.

"Menurut saya, vonis hakim ini tidak memenuhi rasa keadilan, karena itu saya banding," ujar Ahmad.

Banding kasus Hairanda di PT Surabaya ditangani tiga hakim. Mereka adalah, I Made Nandu SH selaku Ketua Majelis, Achmad Sobari SH dan Djohan Afandi SH selaku hakim anggota.

Secara terpisah, Mulyanto (saksi pelapor) juga melayangkan surat ke Ketua PT Jatim. Dalam surat bernomor 05/SK/MW/XII/2015, Mulyanto berkeluh kesah atas putusan hakim di tingkat peradilan pertama yang dianggap belum mampu memberikan rasa keadilan padanya.

Pihaknya juga minta perlindungan hukum ke Badan Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia (Bawas MA RI).

"Dalam kasus ini, saya datang langsung ke Bawas untuk minta perlindungan hukum," ujar Mulyanto.

Terseretnya Hairanda dalam kasus pidana penipuan ini bermula dari adanya permasalahan hukum yang dialami Mulyanto bersama Juliati Wjayanti (istri), Alvianto Wijaya anak) serta Thio Sin Tjong (temannya).

Mereka dilaporkan Juniwanti Sugihman atas tuduhan penganiayaan, pengeroyokan serta perusakan.

Hairanda lantas ditunjuk sebagai pengacara kasus mereka. Di tengah proses hukum itulah, Hairanda mengaku bisa menghentikan kasus tersebut dan minta uang ratusan juta untuk mengondisikan penyidik kepolisian.

Setelah uang diberikan sebesar Rp 165 juta, pidana mereka juatru lanjut ke penetapan status tersangka.

Dari persoalan ini, Hairanda lari dari tanggung jawab hingga akhirnya dilaporkan ke polisi dengan tuduhan penipuan.

Namun, akhirnya penyidik di luar peran Hairanda menghentikan pidana Mulyanto beserta keluarga karena ada perdamian antara mereka dan saksi pelapor.

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved