Berita Lamongan

Sering Turun Hujan, Para Pedagang Kembang Api Mengeluh

“Tiga hari mencari uang Rp 100 ribu saja susah. Kemarin seharian gak dapat uang sama sekali,” ungkapnya.

Sering Turun Hujan, Para Pedagang Kembang Api Mengeluh
hanif manshuri
Penjual berbagai jenis kembang api di Jalan A Yani, Lamongan, Kamis (31/12/2015). 

SURYA.co.id l LAMONGAN - Menjelang perayaan Tahun Baru 2016, para pedagang kembang api yang menggelar dagangannya di seputaran pasar tingkat dan Alun–alun Lamongan mengeluhkan sepinya pembeli.

Faktor utamanya, menurut sejumlah pedagang, karena hujan yang sejak sepekan ini mengguyur Lamongan setiap sorenya.

“Sudah tiga hari saya buka, tapi tetap sepi pembeli, ” ungkap Bambang, pedagang kembang api asal Kelurahan Jetis kepada SURYA.co.id, Kamis (31/12/2015).

Padahal pada tahun lalu, sepekan menjelang pergantian tahun, dagangannya sudah laris manis tetapi jelang pergantian Tahun Baru 2016 ini benar – benar daya beli masyarakat sangat kecil.

Dagangannya diakui menumpuk tidak laku. Ia cukup kesulitan untuk mengais rupiah.

“Tiga hari mencari uang Rp 100 ribu saja susah. Kemarin seharian gak dapat uang sama sekali,” ungkapnya.

"Sepi sekali soalnya sering hujan, tiap hari Lamongan kalau sore hujan,” terangnya.

Tak hanya Bambang, pedagang lainnya mengaku sepinya pembeli kembang api bukan disebabkan harga jual kembang api. Tapi karena tidak banyak masyarakat yang keluar akibat diguyur hujan.

"Jadi bukan karena harganya,” tegasnya.

Kalau soal harga, pemebli bisa membeli dari yang termurah Rp 500 hingga puluhan ribu .

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help