Berita Surabaya

Tahun 2015 Kejari Surabaya Sokong Rp 350 Miliar ke Kas Negara

"Uang itu diperoleh dari beberapa Mou, di antaranya dengan Pemkot Surabaya, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, KPU Surabaya, PDAM," ujar Didik.

Tahun 2015 Kejari Surabaya Sokong Rp 350 Miliar ke Kas Negara
surya/anas miftakhutadin
Kajari Surabaya Didik Farkhan Alisyahdi dalam sebuah acara. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sepanjang 2015, Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya berhasil memberi pemasukan uang ke negara yang nominalnya cukup fantastis dari uang sitaan berbagai kasus yang ditangani.

Kajari Surabaya Didik Farkhan Alisyadi SH menerangkan pemasukan itu dihasilkan dari beberapa seksi, di antaranya Pidana Umum (Pidum), Pidana Khusus (Pidsus), dan Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).

Seksi Datun menghasilkan pendapatan setoran negara yang paling besar, yakni Rp 323.5 miliar.

"Uang itu diperoleh dari beberapa Mou, di antaranya dengan Pemkot Surabaya, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, KPU Surabaya, PDAM," ujar Didik, Rabu (30/12/2015).

Untuk Seksi Pidum berhasil menyetorkan ke kas negara sebesar Rp 19.1 miliar yang didapat dari pendapatan PNBP denda tilang, Pos pendapatan ongkos perkara tilang dan rampasan serta pembayaran denda dari kasus narkoba. Sementara untuk Pidsus, sekitar Rp 11,2 miliar.

"Uang itu didapat dari uang pengganti dan denda perkara kasus korupsi. Semuanya sudah disetorkan ke kas negara," papar Didik.

Sedang jumlah perkara yang dilimpahkan kepolisian ke Surabaya'>Kejari Surabaya menurun dibanding tahun 2014. Tahun 2015, SPDP yang masuk ada 1796 dan sudah incracht 1516 perkara. Tahun 2014 ada 2130 perkara yang masuk.

Dari ribuan kasus yang ditangani, kasus pencurian mendominasi diurutan pertama dan diurutan kedua didominasi kasus narkotika.

Perkara pencurian ada 575 kasus, narkotika 408 perkara, penipuan dan penggelapan 265 perkara, judi 79 dan laka lantas 65 perkara.

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help