Berita Bangkalan Madura

Bangkalan Butuh Pabrik Tekstil, 1.500 Perajin Batik Tergantung Kain dari Pekalongan

#BANGKALAN - Ada 1.500 perajin batik di Kecamatan Tanjung Bumi, Kota, Kokop, Modung, dan Burneh. Belanja kain mencapai Rp 9,6 miliar per tahun.

Bangkalan Butuh Pabrik Tekstil, 1.500 Perajin Batik Tergantung Kain dari Pekalongan
ahmad faisol
BATIK MADURA - Bangkalan sebagai kabupaten penghasil batik hingga saat ini belum mempunyai pabrik tekstil. Perajin harus membeli kain ke Pekalongan. 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Tingginya kebutuhan kain untuk produksi batik tulis mendorong Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura, mencari investor pabrik tekstil.

Sebagai kabupaten penghasil batik, tentunya keberadaan pabrik tekstil sangat dibutuhkan. Mengingat perajin batik di Bangkalan mampu meghasilkan 10 ribu lembar per minggu.

"Perajin kami mampu menghasilkan 40 ribu lebar per bulan. Mereka belanja tiap tahun kebutuhan kain dari Pekalongan dan daerah lain," ungkap Kepala Disperindag Bangkalan Ir Puguh Santoso, Minggu (27/12/2015).

Data yang dihimpun, rata-rata harga per lembar kain batik senilai Rp 20 ribu.

Saat ini, jumlah perajin Batik Madura total 1.500 perajin yang tersebar di Kecamatan Tanjung Bumi, Kota, Kokop, Modung, dan Burneh. Mereka belanja mencapai Rp 9,6 miliar per tahun.

"Kami mencoba hentikan dengan mendirikan pabrik di Bangkalan. Kami siap mempresentasikan di hadapan investor," paparnya.

Dengan kapasitas produksi sebesar itu, perputaran uang dalam satu bulan bisa mencapai Rp 8 miliar atau Rp 96 miliar per tahun dari nilai jual rata - rata Rp 200 ribu per lembar kain batik.

"Pengembangan pabrik tekstil harus didukung dengan bahan baku (kapas). Dulu pernah ada (pabrik tekstil) di daerah Gilih (Kamal), tapi tutup karena krisis," jelasnya.

Rencana pembangunan industri tekstil menjadi salah satu program prioritas Disperindag Bangkalan di tahun 2016 mendatang.

Industri tekstil dipilih lantaran kain sebagai kebutuhan pokok perajin batik tidak terpengaruh dengan fluktuatif dolar dan hubungan bilateral.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved