Pekan Paralimpik

National Paralimpyc Committee: Terima Kasih Kami Disejajarkan dengan Atlet Normal

#BANGKALAN - Anggota PPID Blitar hingga saat ini berjumlah 876 orang yang beraktifitas di bidang konveksi dan elektro.

National Paralimpyc Committee: Terima Kasih Kami Disejajarkan dengan Atlet Normal
ahmad faisol
DIFABLE: Tatok Hardiyanto, atlet tenis meja mendapat dukungan moral dari Danlanal Batuporon Letkol Mar Purwanto di Gedung Rato Ebu Bangkalan, Madura, Rabu (23/12/2015). 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Indonesia tanah air beta...Ku puja-puja selamanya... Begitulah penggalan lagu "Indonesia Pusaka" ciptaan Ismail Marzuki yang selalu dikumandangkan dalam hati Tatok Hardiyanto (51), setiap menaiki tangga pesawat dalam mengikuti turnamen internasional.

Tatok, begitulah ia akrab disapa, selalu menjadi andalan Indonesia dalam setiap ajang paralimpik (olahraga bagi atlet penyandang cacat/difabel) dunia sebagai atlet tenis meja.

Semangat mengharumkan nama bangsa selalu terpatri di hati pria asal Kabupaten Situbondo itu ketika dijumpai dalam Pembukaan Pekan Paralympic yang diselenggarakan National Paralimpyc Committee (NPC) Provinsi Jatim di Gedung Rato Ebuh Bangkalan, Pulau Madura, Rabu (23/12/2015).

Perolehan tiga emas, dua perak, dan satu perunggu dalam ASEAN Paragagames VI di Solo 2011, dua emas dan satu perak pada ASEAN Paragames VII di Myanmar 2013, dua emas dan satu perak dalam ASEAN Paragames VIII di Singapura 2015 sudah cukup membuktikan bahwa Tatok merupakan aset bangsa di dunia paralimpik.

Tidak hanya di tingkat ASEAN, dalam rentang waktu dari 2007 sampai 2015, deretan piala tingkat internasional telah ia berikan untuk Indonesia. Seperti perolehan perunggu dalam Open Tournamen Tenis Meja di Slovenia yang diikuti 42 negara.

Begitu juga satu perunggu diraihnya Yordania pada event yang sama. "Untuk emas, saya peroleh di Thailand dalam Open Tournament yang diikuti 40 negara," tutur pensiunan Bank Jatim itu kepada SURYA.co.id.

Sederet prestasi yang ia torehkan mampu menjadikan bapak tiga anak ini bertengger di peringkat ke-15 atlet tenis meja paralimpian dunia.

"Satu emas di ASEAN Paragames VIII di Singapura 2015 dihargai pemerintah sebesar Rp 200 juta," jelasnya.

Ia mengatakan, sengaja hadir dalam Pembukaan Pekan Paralimpik tersebut untuk memberikan semangat dan dukungan kepada atlet paralimpian.

"Ini turnamen kecil bagi saya. Namun, saya bangga dan terharu melihat semangat adik - adik. Hal seperti ini yang harus terus dipupuk," katanya.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved