Berita Lamongan

Budidaya Jamur Tiram Sendangagung Paciran Kian Menguntungkan

“Pemasarannya tidak ada kendala, karena pembudidaya mulai berkurang, sementara permintaan di pasar masih luar biasa. Jamur tiram ini sangat fleksibel

Budidaya Jamur Tiram Sendangagung Paciran Kian Menguntungkan
Surya/Hanif Manshuri
Budidaya Jamur Tiram di Sendangagung Paciran Isnpirasi Bisnis Alternatif, Senin (21/12)

SURYA.co.id |LAMONGAN – Siapa yang mau berusaha pasti ada jalan. Dan keberhasilan seseorang itu bisa diraih dimulai dari yang terkecil, atau sesuatu yang dianggap sebagian orang tak akan mendatangkan rupaih yang menumpuk. Intinya, peluang bisnis bisa darimana saja.

Seperti di jalankan sekelompok anak muda, asal Dusun Mejero Desa Sendangagung Paciran Lamongan ini. Mereka layak disebut yang muda dan berkarya, dengan menjalankan bisnis budidaya jamur tiram dan pembuatan bag log.

Namun, usaha budidaya jamur tiram bisa dikatakan gampang-gampang susah. Banyak pembudidaya seringkali mengalami kegagalan lantaran teknik dan tata cara budidaya yang kurang tepat. Namun bisnis yang jarang dilirik ini, buktinya menjadi peluang bisnis yang
menjanjikan dan sangat menguntungkan bagi sekelompok anak muda ini.

Apalagi biaya per medianya cukup murah, namun hasilnya menjanjikan. Heny Istianto, Senin (21/12) menuturkan untuk membudidayakan jamur tiram hanya butuh biaya sekitar Rp 3.000 per media tanam. Sedangkan cincinnya ini beli sendiri Rp 150.

Menurut Heny Istianto, biaya tersebut dipergunakan untuk membuat bag log. Bag log yang sudah siap tanam bisa menghasilkan kurang lebih 1 kilogram jamur tiram putih yang bisa dipanen setiap 3 hari sekali.

Berdasarkan perawatan yang tepat, jamur yang dihasilkan bisa mencapai bobot 2 kilogram.

”Saat ini awal musim hujan merupakan masa panen yang melimpah,”katanya.

Di pasar, harga jamur mentah yang belum diolah bisa mencapai Rp 20.000/kilogram. Yang dijual dalam bentuk segar. Bahkan ada yang permintaan 1 ons dan ada yang 1 kilogram. Dengan harga itu, maka satu kelompok bisa mengantongi hingga Rp 3-4 juta per bulan.

Pasalnya, dalam sehari bisa panen sebanyak 8 kilogram.Sementara jika dihitung omset sehari sebanyak Rp 160.000 dengan asumsi harga Rp 20 ribu perkilogram Dalam sebulan jika dikalkulasi antara Rp 3 juta hingga Rp 4 juta perbulan.

Ini merupakan penghasilan yang cukup lumayan untuk industri atau budidaya berskala rumahan.

Pada awal musim penghujan, pemintaan jamur tiram cukup melimpah. Menjamurnya waralaba menjadi peluang yang cukup besar bagi pembudidaya jamur tiram.

“Pemasarannya tidak ada kendala, karena pembudidaya mulai berkurang, sementara permintaan di pasar masih luar biasa. Jamur tiram ini sangat fleksibel jika dibentuk dalam menu siap saji, ada yang dikrispi dan ada yang dibuat botok,”ungkapnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved