Dua Kali Gagal di Miss Indonesia Tak Bikin Gadis Cantik Ini Patah Semangat

Begitu lolos ajang Guk & Yuk Sidoarjo 2012, semangat Alsya untuk menggeluti dunia modeling kian menggebu. Sejumlah kontes adu kecantikan pun dia ikuti

Dua Kali Gagal di Miss Indonesia Tak Bikin Gadis Cantik Ini Patah Semangat
SURYA/PRAMUDITO

SURYA.co.id | SURABAYA - Begitu lolos di ajang Guk & Yuk Sidoarjo 2012, semangat Alsya Sekar AW untuk menggeluti dunia modeling kian menggebu. Sejumlah kontes adu kecantikan pun dia ikuti seperti audisi Miss Indonesia dan Cover Girl.

“Awalnya didorong guru untuk ikut Guk & Yuk. Meski tak menang, saya bersyukur tetap dapat penghargaan,” kata anak kedua dari tiga bersaudara ini.

Di kontes Guk & Yuk, Sekar yang waktu itu masih duduk di bangku kelas 1 SMA Negeri 1 Gedangan, Sidoarjo dinobatkan sebagai Juara Favorit dan Juara Persahabatan.

Tahun 2014, dia sempat pula menjajal peruntungannya ikut kontes Cover Girl di Jakarta. Walau hanya maju hingga babak final, Sekar merasa senang lantaran banyak hal positif dia peroleh lewat kompetisi tersebut.

“Saya mendapat banyak manfaat lewat kegiatan-kegiatan itu. Selain banyak teman, juga ketrampilan public speaking dan make up,” beber pemilik tinggi 174 cm ini.

Di pentas Miss Indonesia, Sekar malah sudah dua kali ikut gabung. Pertama kali ikut ketika dia masih kelas 2 SMA. Sempat istirahat tahun lalu karena sedang menghadapi ujian nasional, tahun ini Sekar mencoba kembali peruntungannya.

Meski sudah menunjukkan segala kemampuannya, terutama ketrampilan di bidang tari tradisional, nasib baik belum berpihak pada Sekar. “Saya bisa akting. Belakangan saya juga suka latihan menari tradisional, saya suka tari Madura,” tandas Sekar.

Dua kali gagal menembus peluang ke Jakarta di ajang Miss Indonesia tak membuat mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya ini patah arang. “Tak masalah meski gagal. Ini kan sekadar menyalurkan hobi,” urai Sekar yang trampil menari Banjar Kemuning, tari tradisional Sidoarjo.

Duta Wisata Sidoarjo ini mengincar ajang kontes lain, yaitu Puteri Indonesia. Sekar berharap pengalaman yang dia peroleh saat ikut di sejumlah kontes itu bisa jadi bekal untuk bisa lolos di ajang yang mengadu kecantikan dan kecerdasan tersebut.

Dunia modeling, diakui Sekar tetap akan jadi pilihan yang diyakini bisa memberi masa depan lebih baik bagi masa depannya. Karena itu pula kini dia membekali diri dengan lebih banyak ketrampilan.

“Sekarang saya sedang mendalami broadcasting,” ungkap gadis kelahiran Surabaya, 23 Februari 1997 ini.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Achmad Pramudito
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved