Berita Surabaya

Jelang MEA, SMK Jatim Dituntut Miliki Lembaga Serfitikasi Profesi

Untuk mematangkan asseor sejumlah sekolah harus melakukan uji banding ke banyak sekolah di berbagai daerah, dan negara. Mengapa ini dilakukan?

Jelang MEA, SMK Jatim Dituntut Miliki Lembaga Serfitikasi Profesi
SURYA.co.id/Sulvi Sofiana
ilustrasi ruang pamer SMK di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang memamerkan karya siswa dari berbagai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 

SURYA.co.id I SURABAYA - Memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi di sekolah merupakan dambaan setiap SMK dalam menghadapi MEA. Hal ini karena sekolah berhak menguji dan mengeluarkan sertifikat yang berlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Wakil kepala SMKN 2 Surabaya urusan sarana prasarana, Suyanto menjelaskan sejauh ini sekolahnya hanya memiliki asesor jurusan otomotif dan 1 asesor untuk jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Padahal sekolahnya memiliki 10 jurusan.

“Kami masih terus meningkatkan kualitas asesor. Kali ini saja asesor kami sedang melakukan kunjungan ke SMK di Trenggalek yang sudah memiliki LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi, red) untuk jurusan TKJ,” tuturnya, Sabtu (12/12/2015).

Menurutnya untuk menjadi LSP tak hanya menyiapkan asesor, tetapi juga sarana prasarana juga harus disiapkan.

Walau demikian, akan lebih baik jika memiliki LSP sendiri, karena untuk melakukan kerjasama dan mengikuti sertifikasi di sekolah lain harus mngeluarkan biaya yang tidak sedikit. “Kalau memungkinkan mungkin asesornya yang kami undang ke sekolah kami, tapi pastinya juga ada biaya,” ungkap Suyanto.

Saat ini sejumlah kelas kerjasama sudah menjamin pemasaran lulusannya dengan kepastian perekrutan siswa yang sudah belajar sesuai standar perusahaan. Hal ini tentunya akan mengurangi beban sertifikasi yang harus dimiliki lulusan saat MEA.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved