Berita Surabaya

Jatim Arahkan 340.000 Remaja Masuk SMK

340.000 Anak Usia Sekolah Menengah Akan Diarahkan melanjutkan studi ke SMK, agar mereka dapat membekali diri dengan keahlian bekerja di banyak bidang

Jatim Arahkan 340.000 Remaja Masuk SMK
SURYA.co.id/Sulvi Sofiana
ilustrasi ruang pamer SMK di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang memamerkan karya siswa dari berbagai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 

SURYA.co.id I SURABAYA - Angka Partisipasi Kasar di Jawa Timur (Jatim) untuk anak usia sekolah menengah baru mencapai 81,11 persen dari 1.800.000 anak. Ini berarti masih ada sekitar 340.000 anak yang belum sekolah.

Anak-anak yang berusia antara 15 hingga 18 tahun ini akan diarahkan untuk menyelesaikan sekolah kejuruan, sehingga saat lulus bisa mengurangi angka pengangguran dengan kompetensi kejuruan yang dimiliki.

“Anak yang belum sekolah ini akan kami buka akses untuk sekolah kejuruan,”tutur Kepala Bidang pendidikan Menengah dan Kejuruan Dindik Provinsi, Hudiyono.

Menurut data statistik pendidikan tahun 2014 yang dikelola Dindik Jatim, perbandingan lembaga SMK-SMA diakui telah melebihi 60 : 40.

Jumlah SMK di Jatim dalam data tersebut mencapai 1.808 dan SMA hanya 1.347 lembaga. Jumlah ruang kelas dan siswa SMK jauh lebih besar dari SMA. Rinciannya, 21.211 ruang kelas SMK dengan jumlah peserta didik sebanyak 706.140 siswa. Sementara untuk SMA terdapat 15.410 ruang kelas dengan jumlah peserta didik 432.429 siswa.

Jika melihat daya tampung yang akan semakin besar dengan adanya program ini, maka bisa dilakukan penambahan ruang kelas baru atau mengalih fungsikan SMA ke sekolah kejuruan.

“Pengalih fungsian SMA menjadi SMK ini masih dirancang, kalau memang dipindah alihkan tidak akan mengubah banyak karena kurikulum 2013 ini antara SMA dan SMK juga ada yang sama,” jelas Hudiyono.

Hudiyono mengungkapkan jika tidak terlalu tergesa-gesa maka pengalih fungsian SMA ke SMK akan ditunda.

Saat ini menurutnya SMK harus lebih berkonsentrasi pada sertifikasi lulusannya. “Target semua lulusan SMK bisa mendapatkan sertifikasi, kalau bisa dipenuhi pendanaannya dipenuhi BNSP, pemerintah pusat, provinsi dan kota. Yang penting skema LSp sudah sesuai dengan jurusan yang dikembangkan,” ujarnya.

Sejauh ini sudah terdapat 14 LSP tingkat 1 di SMK jatim. Dan akhir tahun ini, ada 20 sekolah yang mengajukan diri sebagai LSP pada BNSP dan telah memasuki tahap verifikasi.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved