Berita Surabaya

Sebelum Nikah, Calon Pasutri Bersertifikat

“Jadi kursus pra nikah nanti tak hanya dilakukan oleh Kementrian Agama (Kemenag),” ujar Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, di Kantor Wilayah Kemen

Sebelum Nikah, Calon Pasutri Bersertifikat
adrianus adhi
Dian Nuzula Artikasari dan Muhammad Efendi, menjadi pasangan pertama yang menikah di Candi Jago, Kabupaten Malang. Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Singhasari, dan dibangun pada abad ke 13 oleh Kertanegara. 

SURYA.co.id |SURABAYA - Organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) bisa ikut memberikan kursus pra nikah pada pasangan yang akan menikah.

Dari kursus ini, calon pasangan suami istri nanti akan mendapatkan sertifikat pra nikah.

“Jadi kursus pra nikah nanti tak hanya dilakukan oleh Kementrian Agama (Kemenag),” ujar Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, di Kantor Wilayah Kemenag Jatim, kemarin

Menurut Menag, saat ini pihaknya masih memantapkan dan mematangkan konsep dan teori kursus pra nikah.

Setelah formatnya nanti jadi, ormas, majelis keagamaan, LSM, dan lembaga keagamaan lainnya yang akan diberi kesempatan memahami panduan dari Kemenag.

“Ini penting, agar yang akan memberikan kursus pra nikah benar-benar paham,” terangnya.

“Silahkan mengadakan kursus ini, tapi materi, metodologi, teori, dan silabus, kita (Kemenag, red) yang membuatnya,” imbuh Lukman Hakim.

Kata Lukman, nikah merupakan suatu yang sakral, bukan semata-mata akad, perjanjian, ikatan yang kokoh antar manusia yang berbeda jenis.

Tapi juga merupakan akad manusia dengan Tuhannya. Dalam konteks agama, pernikahan diselenggarakan sebagai bagian dari menjalankan nilai dan ajaran agama.

“Namun masih ada sebagian orang yang memandang pernikahan sebagai hal biasa sehingga perkawinan dan perceraian dinilainya sebagai hal biasa juga,” bebernya.

Halaman
123
Penulis: Mujib Anwar
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved